oleh

Selingkuhi Isteri WNI Imigran Ditahan

-Daerah-1.592 views

MAKASSAR | Seratusan pengungsi asal beberapa negara menlakukan unjukrasa di Kantor Imigrasi Wilayah Sulawesi selatan Rumah Detensi Imigrasi Makassar Jalan Lembaga Bollangi Dsn tamalate desa timbuseng Kec. Patallassang Kab.  Gowa, kemarin. 

Pwngunjukrasa  imigran community housing Makassar yang telah mendapatkan status refugee (pengungsi) dari Negara Afganistan, Myanmar,  Pakistan Iran dan Irak tiba dengan menggunakan delapan R4 angkutan umum.

Kehadiran kelompok imigran  tersebut dalam rangka  menyampaikan aspirasi terkait penahanan 41 orang  rekannya yang ditahan karena melakukan beberapa pelanggaran dan meminta agar dikembalikan ke comunity housing

Beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh para imigran yg ditahan antara lain, melakukan perselingkuhan dengan istri orang (WNI) , pemalsuan KTP, mabuk-mabukan serta  berada diluar rumah penampungan selama beberapa hari.

Tiga erwakilan pengunjukrasa, Khaedar Ali, Qurban Ali Sajad dan Mehdi Toodeji, diterima oleh ke dalam kantor Rudenim ditemui oleh Kepala Rudenim  Boedi Prayitno, SH. MH,  Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga S. I. K, M. Si.

Perwakilan pengunjukrasa menyampaian bahwa menghargai Kepolsian dan Kepala Rudenim yang telah menerima aspirasi dan meminta penjelasan  penerapan peraturan hukum Rudemim  Mereka juga meminta penjelasan terkait penahanan imigran community housing Makassar.

Mengenai aksi para imigran, ujar Kapolres Gowa,  Shinto Silitonga,  sebelumnya harus memberikan penyampaian aksi secara tertulis tiga hari sebelumnya  yang berisikan berapa pesertanya,  siapa pemimpin aksi, maksud dan tujuan, jam berapa, menggunakan transportasi apa agar pihak kepolisian bisa memberikan pelayanan selama melaksanakan aksi

“Indonesia adalah negara hukum bukan negara yang bebas,” ujar AKBP Shinto di depan pengunjukrasa.

Sementara Kepala Rudenim, Budi Prayitno menjelaskan jika penahanan dilakukan karena telah melakukan beberapa pelanggaran antara lain kasus  perselingkuhan dengan istri WNI, menginap diluar rumah penampungan tanpa izin.

“Kami akan melepaskan para imigran apabila telah selesai mejalani masa hukuman atas pelanggaran yang telah dilakukan,” ujar Budi.

Setelah menerima penjelasan Kepala Rudenim dan Kapolres Gowa, imigran community housing Makassar meninggalkan Rudenin menuju menara Bosowa Jl. Jenderal Sudirman Makassar.

Di menara Bosowa dn melakukan aksi dengan tuntutan sama dengan “aksi duduk ” dan mengancam tidak akan meninggalkan tempat sebwlum tuntutan dipenuhi. (ary)

Komentar

News Feed