oleh

Sedih, Warnai Pertemuan Menhub bersama Keluarga Korban KM Lestari Maju

SELAYAR, Setelah mendengar kejadian KMP.Lestari Maju di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa 3 juli 2018 sekira pukul 14.30 Wita. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memerintahkan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Agus H.Purnomo serta Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Surabaya, mengerahkan kapal patroli KNP Chundamani, untuk mengerahkan bantuan evakuasi korban.

KMP.Lestari Maju adalah jenis Kapal Roro Ferry dengan Gross Ton 1519 di Nakhodai Capt.Agus Susanto, berangkat dari Pelabuhan Penyeberangan Bira,Kabupaten Bulukumba,Sulawesi Selatan menuju Pelabuhan Penyeberangan Pamatata,Kabupaten Kepulauan Selayar,Sulawesi Selatan dengan membawa penumpang 189 Orang dan 48 Unit Kendaraan yang terdiri dari 7 Unit Truk, 9 Bus Penumpang,14 Unit Minibus dan 18 Unit Sepeda Motor.

Di tengah laut KMP.Lestari Jaya mengalami masalah kebocoran di dek bawah bagian lambung, Capt.Agus Susanto berusaha menepi di daratan terdekat sebagai upaya menyelamatkan penumpang, sehingga kandas oleh karang di Pantai Pabbaddilang, Desa Bungayya Kec.Bontomate’ne Kab.Kep.Selayar dan menelan korban 34 Jiwa.

Esoknya,Rabu(4/6/18),Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, beserta rombongan mendarat di Bandara Aroeppala, Selayar dengan menggunakan Pesawat Jet Hawker 900 XP milik Kementerian Perhubungan dengan nomor registrasi PK-CAR. Rombongan Menhub disambut oleh Bupati Selayar, Basli Ali,beserta jajarannya.

Rombongan langsung menuju ke tempat kejadian kandasnya KMP.Lestari jaya di Pantai Pabbandilang yang sementara  berlangsung proses evakuasi korban meningggal dunia yang terperangkap di dalam kapal oleh Basarnas dibantu TNI dan Polri.

Menhub mengatakan, pasca peristiwa tenggelamnya KM.Sinar Bangun di Danau Toba tiga minggu lalu,saya telah perintahkan kepada Dirjen Perhubungan Darat, Dirjen Perhubungan Laut,dan Inspektur Jenderal untuk evaluasi secara menyeluruh angkutan perairan ini. “Cukup sudah saudara kita menjadi korban dalam kecelakaan transportasi.Apa hasilnya dari evaluasi tersebut,akan saya sampaikan dalam waktu dekat ini”. Jelasnya

Menhub lalu meninjau Pelabuhan Penyeberangan Pamatata, yang beberapa waktu lalu asetnya diserahkan ke Pemerintah Pusat oleh Pemkab.Kep.Selayar melalui Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, yang sampai saat ini masih menjadi Polemik antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan Pemerintah Pusat melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX SulSel-Bar Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub terkait “kewenangan” pengelolaan Pelabuhan Penyeberangan Pamatata,Selayar.

Setelah itu, Budi Karya Sumadi menyambangi rumah duka salah satu korban meninggal dunia, Rajmaeni (P/50) warga Kec.Bontomatene,Kab.Selayar disambut haru oleh sanak keluarga korban. “Saya atas nama pribadi dan menteri perhubungan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam”. Kata Budi sambil memeluk Suami Korban.

Budi dalam wawancaranya kepada wartawan,mengatakan “Saya tidak menginginkan peristiwa seperti ini terulang kembali,untuk itu saya perintahkan ketua komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk melakukan investigasi penyebab musibah ini. Saya pun telah meminta kepada pihak Kepolisian untuk mengambil tindakan hukum yang berlaku”.Tegasnya

Budi Menambahkan bahwa Kementerian Perhubungan akan mengusut kejadian ini serta mengambil tindakan sesuai hukum yang berlaku. (ANDI DEWA)

Komentar

News Feed