oleh

Rentetan Kecelakaan Laut Bikin Menhub Geram

JAKARTA- Kecelakaan KM.Sinar Bangun di Danau Toba dan KMP.Lestari Jaya di Selayar,membuat Kementerian Perhubungan segera berbenah dengan dibuktikan Rapat Koordinasi bertema Sinergi Menuju Keselamatan dan Keamanan Transportasi di Hotel Merlyn Park,Jakarta,Jumat(6/7/18).

Menindaklanjuti arahan Presiden RI, Joko Widodo, Rapat Kordinasi mengagendakan Pengarahan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, tentang Keselamatan Sarana dan Prasarana Transportasi dengan tamu undangan seluruh jajaran Kementerian Perhubungan dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi serta Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dalam pembukaannya mengatakan, seyogyanya  bersama-sama baik  unsur pusat maupun daerah melakukan suatu upaya pembenahan bagi peran-peran keselamatan yang diamanatkan oleh undang-undang  dan peraturan.

”Kejadian di Toba dan Selayar, suatu hal yang luar biasa,membuat kita harus introspeksi,harus melakukan pembenahan,harus melakukan perbaikan,harus melakukan kordinasi agar kejadian tersebut tidak terulang kembali”.ungkapnya

Menhub mengakui dirinya diamanahkan oleh Presiden RI secara khusus, agar semua lini baik ditingkat pusat maupun daerah untuk melakukan suatu revitalisasi, melakukan reformasi terhadap fungsi-fungsi yang sudah ada.

”Ini dapat kita sebut adalah suatu kelalaian, oleh karenanya saya meminta kepada semua unsur untuk melihat lagi fungsi-fungsi  pada levelnya masing-masing apakah peraturan itu sudah cukup”, katanya

Budi Karya mengungkapkan sebagian pihak mengatakan tidak tahu, tidak mengerti. “Tidak ada alasan untuk mengatakan tidak mengerti, apalagi kita sebagai unsur birokrasi, dan saya yakin bapak ibu sudah tahu bahwasanya ada aturan yg harus dilaksanakan,lakukan dengan baik,lakukan dengan konsisten dan lakukan dengan karena Allah”, teegasnya

Budi melanjutkan , kasus-kasus yang terjadi adalah banyak kapal-kapal barang yang dicontoh menjadi kapal penumpang,dengan keadaan yang tidak stabil,tidak ada keseimbangan, ditambah dengan overloading maka bencana tinggal menunggu waktu.

Saat saya di Selayar, ujar Budi,  bertemu dengan Bupati, Kapolres dan masyarakat, mereka sudah merasakan bahwasanya  ada suatu harus diperbaiki”.ungkapnya

Budi menyebutkan bahwa dalam rangka meningkatkan keamanan dan keselamatan itu maka dirinya menginstruksikan seluruh tingkatan eselon untuk melakukan, melakukan revitalisasi dan reformasi peran,fungsi-fungsi kegiatan keselamatan ditingkat pusat dan daerah melakukan lima langkah antisipasi.

Melakukan evaluasi  terhadap seluruh sarana dan prasarana baik menyangkut persyaratan teknis maupun administrasi.

Melakukan sosialisasi intertif terkait dengan peningkatan,pengawasan,keselamatan,amanat bagi kelaikan sarana dan prasana transportasi.

Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat harus mengacu pada ketetapan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang  mewujudkan keselamatan dan keamanan transportasi.

Harus mendekatkan peraturan keselamatan transportasi dilapangan dilaksanakan tanpa terkecuali,tanpa kompromi sesuai dengan standar dan prosedur SPM.

Budi mengatakan dirinya juga menugaskan secara khusus kepada Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan untuk meneliti fungsi-fungsi itu apakah bisa dilaksanakan apa tidak. ”Pastikan bahwa fungsi-fungsi itu kerja,kalau tidak patuh, kita carikan tempat yang lebih santai,tapi yah tempatnya dimana kita tidak tahu,jadi tolong dicatat”, tegasnya

Budi juga mencontohkan kasus dimana laut menjadi suatu masalah yang sangat besar,dia mengingatkan kepada Syahbandar dan KSOP untuk melakukan Rampcheck terhadap semua kapal dan lakukan dengan konsisiten apabila kapal tidak laik jangan ada kompromi , serta surat batasan jumlah penumpang,kelaikan,itu jangan ada kompromi.

“saya tahu bapak ibu punya kemampuan dan kompetensi,tetapi hal yang paling mendasar adalah bagaimana kita secara konsisten melakukan amanah daripada undang-undang dan peraturan,sekali lagi jangan ada kompromi”.tegasnya.

“Cukup sudah,saya tidak mau lagi ini terjadi”. tambah Budi geram.(ANDI DEWA)

Komentar

News Feed