oleh

Pemilik Akun Lodhyapriant Temui Ketua JOIN Sulsel

MAKASSAR | Lodhyaapriant,  warganet di grup WhatApps Media Onlline Polres Gowa mengunjungi  DPW JOIN Sulsel dan mengakui khilaf atas percakapan di WA.

Lodhyapriant,  berniat mencari tau status tersangka Syafriadi Djaenaf, mantan Ketua LSM Mapankan. “Niat saya hanya ingin memperjelas kasus penetapan tersangka,” ujarnya. Tak lebih dari itu, tambahnya.

Lodyapriant ditemani tiga jurnalis dari berbagai portal diterima Ketua DPW JOIN Sulsel. Rifai dalam pertemuan ini mempertanyakan mengapa harus mempergunakan jabatan dan lembaga JOIN yang tidak ada hubungannya dengan kasus yang menimbah Syafriadi Djaenaf.

“Kenapa harus menyebut nama JOIN dalam percakapan, saya dan banyak lagi tersinggung” ujar Rifai dengan nada tinggi.

Lanjut Rifai mempertanyakan ke Lodyapriant apa hubungannya kasus itu dengan JOIN sementara bersangkutan menjabat Ketua LSM. “Harusnya tidak libatkan JOIN, ” tambah Rifai lagi masih dengan nada tinggi.

Kalau berdalih ingin memperoleh konfirmasi kejelasan status Syafriadi Djaenaf kenapa tidak menjapri saja AKP Tambunan justeru melempar pertanyaan di akun sosial media yang diketahui secara umum?

“Saya tidak bisa terima sebab stigma warga bisa macam-macam terhadap JOIN, ” jelas Rifai lagi.

Mendapat beberapa pertanyaan dari Rifai, Lodhyapriant mengakui jika tindakannya mempergunakan jabatan Syafriadi saat ini di JOIN pada percakapan WA adalah kekhilafan. ” Saya khilaf” ujar Lodhyapriant.

Rifai kepada sejumlah portal menjelaskan jika hati-hati mempergunakan sosial media sebab bisa terjadi “Jarimu adalah Harimaumu “Admin juga harusnya telaten mengawasi akun sebagai tanggungjawab jangan biarkan ada percakapan yang bisa melanggar etika dan hukum.

Pada kasus ketersinggungan JOIN terhadap Lodhyapriant,  Rifai berharap menjadi pelajaran berharga berbuah hikmah. ” Sahabat itu kalau tidak bisa dibantu jangan buat susah, ” ujarnya. (ahmad)

Komentar

News Feed