oleh

U Turn Penyebab Macet Segera Diatasi

MAKASSAR | Kemacetan yang terjadi di Kota Makassar adalah suatu indikator suatu kota menjadi kota metropolitan. Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk ,tentu seiring pula dengan pertumbuhan jumlah kendaraan yang bukan lagi menjadi kebutuhan sekunder,tetapi menjadi kebutuhan primer demi menunjang  aktifitas masyarakat.

Pertumbuhan  kendaraan bermotor yang mencapai 1,46 Juta pada bulan Juni tahun lalu dengan rata-rata 7% pertahun,tentu tidak sebanding dengan pertumbuhan jalan yang tidak mencapai 1% pertahun.Mencegah bertambah parahnya kemacetan di titik-titik tertentu, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) WIL.XIX SulSel-Bar, bersama instansi terkait melaksanakan rapat rencana penataan bukaan median(U-Turn) di Ruang Rapat Kantor BPTD XIX,Jl.Perintis Kemerdekaan km.12 Makassar.(16/7/18).

Rapat dihadiri oleh DENMA KODAM XIV HASANUDDIN, Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN)XIII , Ditlantas Polda Sulsel, Pol. PP Prov. SULSEL, Dishub Kota Makassar, Dishub Kab.Barru, Dishub Kab. Maros, Pol. PP Kota Makassar, Satlantas Polrestabes Makassar, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sulsel, dan PT. WIKA Beton.

Kepala BPTD XIX ,Benny Nurdin Yusuf dalam pembukaannya mengatakan berdasarkan hasil survey dan evaluasi Tim BPTD , Ditlantas Polda Sulsel,dan BBPJN yang berpotensi menimbulkan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas maka akan dilakukan penataan ulang keberadaan U-Turn pada ruas jalan nasional di Kota Makassar.

Benny melanjutkan, ruas jalan yang menjadi prioritas penutupan adalah ruas jalan Perintis Kemerdekaan,Urip Sumiharjo,Pettarani,Alauddin,Veteran dan Nusantara.

“Jalan satu-satunya adalah MRLL, mengatur dan mendesain agar tidak terjadi bangkitan kemacetan yang membuat masyarakat tidak nyaman.Contohnya di baddoka dan depan kaveleri pada jam sibuk, dampak dari kelebihan U – Turn ialah hadirnya orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak berkepentingan, contohnya Pak Ogah, mirisnya lagi adalah hadirnya anak umur dibawah 10 thn yang memungut jasa”.ungkapnya

Kepala Dinas Perhugan Kota Makassar,Mario Said, mengapresiasi atas kehadiran BPTD di Makassar,dan akan mendukung BPTD dalam pelaksanaannya. Mario melanjutkan, berdasarkan teori ,bila semakin banyak U-Turn maka semakin sulit untuk pengaturannnya.”juga perlunya rambu-rambu yang jelas kalau perlu diberikan papan bicara, sekaligus mengedukasi masyarakat”.pintanya

Sementara itu,Kasie Andalalin Ditlantas Polda Sulsel, Gozali Mudji,mengatakan pada prinsipnya tugas dan tanggung jawab BPTD sama dengan tugasnya yaitu bagaimana menyelamatkan manusia,menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat. “Silahkan pengkajian segera, kalau perlu lakukan simulasi dulu supaya menghemat anggaran”.kata Gozali

Menanggapi hal tersebut, MTI Sulsel,Dr. Qadriathi Dg. Bau,sangat mengapresiasi BPTD tentang kesadaran akan lalu lintas di Kota Makassar yang semakin padat, tentu juga memperhatikan komposisi, karasteristik lalu lintas.” Teori balik arah menciptakan perlambatan dan penyempitan,mohon segera evaluasi median jalan,juga fungsi pengawasan perlu diperhatikan”.kata Daeng Bau yang juga Dosen UMI ini.

Hasilnya, dalam rapat ini menyetujui penutupan U-Turn untuk tahap pertama, BPTD WIL.XIX bersama instansi terkait  akan melakukan penutupan pada ruas jalan Perintis Kemerdekaan tepatnya pada U-Turn pintu 1 Kaveleri,Universitas Cokroaminoto,dan simpang empat Baddoka. (ANDI DEWA)

Komentar

News Feed