oleh

Fakultas Pertanian Untad Panggil Alumni

PALU – Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Tadulako (Untad) merencanakan pelaksanaan temu alumni atau reuni akbar pada tanggal 24-25 Agustus 2018 mendatang.

Dekan Faperta Untad, Profesor Zainuddin Basri di Palu, Selasa (17/7) mengatakan spirit reuni tahun 2018 ini, yakni memangil kembali mereka para alumni yang lahir dari rahim fakultas pertanian sejak angkatan 1981 hingga angkatan 2014.

“Tentunya almamater Fakultas Pertanian memberikan jasa bagi hidup mereka,” kata Zainuddin.

Zainuddin yang juga alumni Faperta Untad itu menyatakan mereka yang memastikan diri datang pada reuni tersebut, merupakan orang-orang yang sangat menghargai almamater, dan mengangap sebagai bagian dari hidup mereka, karena telah memberikan banyak ilmu untuk kehidupan mereka saat ini.

Poin penting dari pelaksaan reuni kata Zainuddin, akan berbeda-beda dalam hal penafsiran, dimana ada yang menganggap reuni itu tidak penting, sehingga mengambil sikap tidak perlu hadir, ada juga menganggap sangat penting, tetapi karena sesuatu dan lain hal, mereka tidak bisa hadir.

“Tetapi ada juga yang mengangap sangat penting, sehingga walaupun sibuk bagaimana pun, mereka tetap akan meluangkan waktu untuk hadir. Ini tergantung panggilan hari nurani masing-masing alumni,” jelas Zainuddin.

Menurut Zainuddin, inisiatif awal pelaksanaan reuni tersebut dilakukan oleh angkatan 10 tahun pertama, yakni angkatan 1981 sampi angkatan 1990.

“Ide itu muncul saat syukuran atas pengukuhan guru besar Bapak Max Nur Alam. Saat itu banyak sekali alumni yang datang,” ungkapnya.

Saat itu berkembang ide, dan mempertanyakan mengapa reuni dibatasi serta mengapa tidak dibuat reuni akbar saja.

“Sebagai pimpinan fakultas, saya sangat menyahuti dan mengatakan lebih baik dilaksanakan reuni akbar saja,” ujarnya.

Kegiatan reuni tersebut diikuti semua angkatan yang pernah kuliah di fakultas pertanian, sejak berstatus negeri mandiri atau dimulai angkatan 1981.

Sebagai pimpinan fakultas, Zainuddin menghimbau untuk para alumni bisa hadir dan datang di kegiatan tersebut.

“Himbauan ini pada prinsipnya kepada mereka yang mau mengikuti reuni,” ujarnya.

Kata dia, reuni diartikan untuk bersatu kembali atau jumpa kembali. Dimana kita pernah bertemu dan pernah bersatu, dan dengan waktu dan kondisi itu kita harus berpisah.

“Kerinduan disebabkan karena lamanya berpisah dan alamamater memanggil. Tentunya bagi mereka yang merupakan teman seperjuangan atau merasa satu nasib dan pernah hidup bersama serta pernah dibesarkan di Faperta Untad,” jelas Zainuddin.

Lebih lanjut kata dia, mereka yang ingin mengikuti reuni, tidaklah ada batasan, apakah alumni yang saat mendaftar, kuliah dan tamat di Faperta Untad. Atau pula mereka yang mendaftar di Faperta Untad, namun menamatkan pendidikan di Fakultas Peternakan dan Perikanan atau Fakultas Kehutanan.

“Saya menganggap, selama mereka masih mau dan ingin mengikuti reuni, itu tidak menjadi perdebatan. Karena itu atas jasa almamater dan jasa institusi ada dalam kehidupan mereka,” imbuhnya. (ab)

Komentar

News Feed