oleh

TNI – Polri Jaga Jembatan Timbang Maccopa, Ada Apa?

MAROS | Kemenhub RI menjadualkan 1 Agustus 2018 dimulai “Perang” terhadap kendaraan overdimensi dan overloading (ODOL). Menjelang deadline tersebut BPTD Wilayah XIX SulselBar telah mempersiapkan TNI-Polriembantu menjaga jembatan timbang Maccopa,  Kab. Maros.

Kepala BPTD Wilayah XIX SulselBar,  Benny Nurdin Yusuf menjelaskan,  jadual penindakan kendaraan ODOL ini dilakukan diakibatkan menurunnya kualitas jalan akibat operasional kendraan ODOL tak terus melanggar aturan.

“Penurunan kualitas struktural dengan bertambahnya ”umur” jalan yang dilintasi kendaraan overloading (kelebihan muatan) kini sering mengalami kerusakan jangka pendek. Sekalipun jalanan itu baru digunakan apalagi rehabilitasi(overlay),” ujar Benny menyinggung mitif penindakan.

Menurutnya,  penyebab utama kerusakan jalan karena beban kendaraan overloading masih didominasi angkutan barang jenis truk,  jadi primadona. Hal ini dimungkinkan karena biaya angkut barang melalui jalan darat masih jauh lebih murah dibanding lewat laut dan udara.

Lanjut dijelaskan, dengan beroperasinya Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB)  sebagai Pencatatan,Pengawasan dan Penindakan, mampu lebih optimal mengendalikan kendaraan overload.Hingga “uang rakyat” yang digelontorkan untuk jalan raya dengan menelan biaya sangat besar,tidak mubazir.

Diketahui, pasca pelimpahan Pemerintah Provinsi Sulsel ke Direktorat Jenderal Perhubungan Darat  Kementerian Perhubungan (Ditjenhubdat Kemenhub), UPPKB  Maccopa,kini jadi contoh di Pulau Jawa dan Sumatera sejak dikelola Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) WIL.XIX SULSELBAR.

Dari 12 UPPKB di Sulsel, UPPKB Maccopa yang baru dioperasikan. Lainnya, sementara rehabilitasi. Maccopa dianggap vital, mengingat sebagai jalur utama distribusi di Sulsel.

Tercatat sejak Mei 2017, dalam sepekan UPPKB Maccopa menindak sekitar 800 unit kendaraan barang. 80% overloading, selebihnya overdimensi dan pelanggaran administrasi.

Seiring waktu, prilaku pengemudi truk sepertinya tak taat aturan dan berani “melawan” petugas. Kasatgas Regu “B” Rusli ,mengisahkan, dia dan anggota regunya ketika tugas operasi, kadang supir mau menabraknya. ”Bila ada kendaraan kena tilang, sopirnya memprovokatori rekan lainnya”, keluhnya, sambil menambahkan mereka ngotot dan sering “adu mulut”.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPTD WIL.XIX, Benny Nurdin Yusuf, geram. Menurutnya, pihaknya mendapat perintah untuk mengambil tindakan yang dianggap perlu.”Perlu pengamanan terhadap angkutan barang karena dapat membunuh dan merusak jalan yang merugikan masyarakat”, kata ata alumnus STTD ini.

Untuk itu, menurut Benny, Personil TNI-AU,TNI-AL dan POLRI telah diberikan SK untuk membantu pengamanan petugas di UPPKB Maccopa, sesuai MoU (Memory of Understanding) Menteri Perhubungan dan TNI, Februari  2015 lalu.

 

Sementara itu, Letkol Agus Listiyono dari Kosekhadhudnas II selaku kordinator pengamanan mengaku, diperintah Asintel, membantu pengamanan di BPTD XIX Ditjenhubdat Kemenhub.

”Baik personil, materil dan kelancaran operasional UPPKB Maccopa dan fokus menghadapu sopir berniat mencelakai petugas sebab bagi prajurit TNI perintah wajib dilaksanakan dan nyawa taruhannya, tegasnya.  (ANDI DEWA)

Komentar

News Feed