oleh

UPPKB Maccopa Bersama TNI Kandang 7 Truk, Begini Kronologisnya

MAKASSAR I Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Maccopa bersama anggota Kosekhanudnas II TNI-AU, berhasil mengandangkan 7 truk overloading. Jumat(20/7)

Diketahui, penyebab overloading kerena bak muatan tidak sesuai spesifikasi yang ditetapkan (overdimensi). Ini dilakukan, karena pengusaha jasa angkutan barang dan jasa pengiriman barang (ekspedisi) ingin meraup keuntungan dengan memperkecil biaya operasional.

Kepala BPTD Wil.XIX Sulsel-Bar, Benny Nurdin Yusuf, mengatakan truk dikandangkan lantaran pelanggaran berat yang di izinkan rata-rata 100%. “sanksi penilangan tidak berdampak signifikan kepada pengusaha angkutan, bila ini dibiarkan terus maka akan merugikan masyarakat karena merusak jalan”, kata Benny

Benny melanjutkan, mulai tanggal 1 Agustus 2018, truk-truk overdimensi diberikan tanda “potong” untuk dilakukan perbaikan, datanya akan dikirim ke seluruh UPT. Pengujian Kendaraan Bermotor untuk tidak diperpanjang maupun di terbitkan buku uji sebelum memotong bak sesuai spesifikasi kendaraan. “ini warning bagi teman-teman penguji di daerah, laporan kendaraan akan saya teruskan ke Pak Dirjenhubdat”, ujar Benny.

Benny menambahkan, Hadirnya pengamanan petugas dari TNI di UPPKB Maccopa, disebabkan prilaku sopir truk yang semakin tak taat aturan dan ada indikasi ingin menabrak petugasnya bila operasi berlangsung. “saya laporkan dan diperintahkan oleh pimpinan di pusat untuk mengambil tindakan yang dianggap perlu, serta sesuai MoU antara Kementerian Perhubungan dan TNI pada tahun 2015 lalu”, tutur Benny.

Sementara itu, Letkol Agus Listiyono dari Kosekhadhudnas II selaku kordinator pengamanan mengaku, diperintah Asintel, membantu pengamanan di BPTD XIX Ditjenhubdat Kemenhub.

”Baik personil, materil dan kelancaran operasional UPPKB Maccopa dan fokus menghadapi sopir yang berniat mencelakai petugas sebab bagi prajurit TNI perintah wajib dilaksanakan dan nyawa taruhannya”, tegasnya. (ANDI DEWA)

Komentar

News Feed