oleh

Resahnya Kasek di Gowa, Ini Gegaranya

GOWA- Buku pendidikan lingkungan hidup, dikeluhkan oleh beberapa Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa. Pasalnya tanpa ada koordinasi dengan Kepala Sekolah, rekanan itu langsung saja menyimpan buku PLH di sekolah.

Menurut sumber yang tidak mau disebut namanya, ada beberapa sekolah yang didrop oleh rekanan mengatas namakan dari dinas.

“Banyak sekali ini, buku belum dibayar termasuk buku kurikulum, apalagi masuk lagi buku lingkungan hidup,” keluhnya kepada wartawan.

Belum lagi harganya itu buku PLH sampai harga Rp.9 juta yang harus dibayar untuk kelas 4, 5, dan 6.

Katanya, buku PLH itu tidak masuk dalam kurikulum, jadi tidak dibutuhkan oleh siswa di sekolah.

Saat dikonfirmasi Kepala bidang pembinaan pendidikan sekolah dasar, Muh.Taufik, mengatakan buku PLH itu didrop tanpa sepengetahuan dinas pendidikan.

“Ini susahnya kalau ada distributor turun selalu mengatas namakan dinas, sebab banyak yang mengatas namakan dinas,” ucapnya.

Taufik juga menerangkan buku PLH itu bukan buku wajib, tapi kalau sekolah adiwiyata, memang buku itu dibutuhkan untuk referensi.

“Dana BOS di sekolah, tetap sesuai juknis dan itu diwajibkan untuk buku K.13 atau buku pegangan guru,” jelas Taufik

Dan kalau buku, untuk semua siswa sudah terpenuhi serta masih ada sisanya, itu bisa membeli buku referensi untuk perpustakaan.

“Dana BOS pada triwulan ke 2 itu, 20% untuk pembelajaan buku, jadi diprioritaskan buku kurikukum dulu yang dibayarkan, setelah itu kalau ada sisanya baru buku referensi yang dibayarkan,” kuncinya. (Shanty)

Komentar

News Feed