oleh

Suveyor Indonesia Dampingi Penyelenggaraan UPPKB Maccopa

-Daerah-1.416 views

Makassar- PT. Surveyor Indonesia, merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang survei, inspeksi dan konsultasi bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dalam penyelenggaraan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) (27/7).

Setelah ditetapkan mendampingi penyelenggaraan 7 Jembatan Timbang atau Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) di beberapa wilayah Indonesia pada tahun lalu, peran PT.Surveyor Indonesia membantu Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dalam penyusunan konsep pengembangan dan menentukan Standar Operasional Prosedur (SOP) UPPKB di Indonesia.

Kini, giliran UPPKB Maccopa yang dikelola Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wil.XIX Sulsel-Bar didampingi PT Surveyor Indonesia dalam menyelenggarakan kegiatannya mulai 1 agustus mendatang.

Tenaga ahli pendamping PT. SI, Hery, saat diwawancarai disela pemaparannya mengatakan, dulu UPPKB dikelola oleh Pemprov, sehingga pelaksanaannya berdasarkan Perda yang dijadikan PAD dan aturannya berbeda tiap daerah, kini telah berlaku aturan di seluruh Indonesia.

Hery melanjutkan, tujuan pendampingan dan pengawasan surveyor adalah pencatatan serta merekap data mulai pengawasan hingga penindakan untuk penyelenggaraan UPPKB yang profesional. “karena penindakan adalah ranah hukum, maka data itu penting dan tidak boleh main-main, maka diperlukan Quality Control”, katanya.

Hery menambahkan untuk UPPKB Maccopa, pihaknya akan menurunkan tim sebanyak 17 personil yang dibagi 4 regu sampai Desember akhir tahun ini.

Sementara itu, saat di konfirmasi disela-sela kesibukannya, Kepala BPTD Wil.XIX Sulsel-Bar, Benny Nurdin Yusuf, mengatakan selama ini pihaknya sudah melakukan penertiban dan penindakan, bahkan dari 25 BPTD di Indonesia, Maccopa yang pertama memulai dan langsung ditinjau oleh Bapak Menhub, Budi Karya Sumadi. Benny mengakui, memang dalam perjalanannnya belum menunjukkan perubahan yg signifikan karena sebagian pengusaha masih nyaman dengan pelanggaran dan tindakan tilang tidak juga membuat jera. “dengan adanya pendampingan PT.Surveyor Indonesia, diharapkan mampu berkolaborasi dengan staf dilapangan serta ilmu dan teknik penanganan odol dapat ditularkan”. Kata Benny.

Benny menambahkan, untuk memaksimalkan sosialisasi, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan “Gebyar Penertiban dan Penindakan Overdimensi dan Overloading (ODOL)” hari Minggu, 5 Agustus 2018 mendatang.

“Hal ini sudah lama kami wacanakan dan Alhamdulillah, ini sejalan dengan instruksi Pak Dirjenhubdat, mulai tanggal 1 Agustus 2018 dimulainya sosialisasi penindakan berupa pembongkaran dan pemotongan bak muatan yang overdimensi”, terangnya. (Andi Dewa)

Komentar

News Feed