oleh

“ODOL” Bikin Gerah Pengusaha Pupuk

-Daerah-2.415 views

Makassar – Sejumlah pengusaha angkutan pupuk melaksanakan diskusi terbuka bersama Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wil.XIX Sulsel-Bar, Benny Nurdin Yusuf, di Hana Restaurant, Myko Hotel, Jl. Boulevard Makassar. Jumat (27/7).

Pertemuan ini di inisiasi oleh Asosiasi Angkutan Pupuk Indonesia Sulsel-Bar yang juga mengundang pihak Pupuk Kaltim dalam rangka sosialisasi penertiban dan penindakan overdimensi dan overloading (ODOL) di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Maccopa yang dimulai tanggal 1 Agustus mendatang.

Ketua Asosiasi Angkutan Pupuk Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, H. Sirajuddin Sewang, berharap kiranya BPTD sebagai perwakilan Pemerintah Pusat di Daerah dibidang transportasi agar turut memberikan masukan terkait biaya jasa kepada produsen pupuk selaku pemilik barang. “apabila aturan sudah berjalan maka biaya harus dinaikkan minimal 20%, jika tidak bisa dipastikan kami merugi”,kata owner PT. Antaran, ini.

Pemilik barang yang dimaksud ialah Pupuk Kaltim dengan menggunakan jasa sebanyak 25 perusahaan angkutan barang yang tergabung dalam Asosiasi Angkutan Pupuk Indonesia wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Diketahui, selama ini pelanggar overloading yang ditindaki di UPPKB Maccopa, terbanyak ialah angkutan pupuk yang tiap pelanggarannya diatas 150-200%. Dengan muatan 30 ton belum termasuk berat kendaraan, tentu membuat jalan yang dilalui rusak dapat membahayakan keselamatan serta merugikan masyarakat pengguna jalan.

Kepala BPTD Wil.XIX Sulsel-Bar, Benny Nurdin Yusuf, mengatakan sangat menghargai undangan ini, tandanya para pengusaha sudah memiliki kesadaran untuk menaati aturan dan dampak yang ditimbulkan ke masyarakat atas aktifitasnya.

Benny menceritakan, bila 46 Trilyun per tahun yang digunakan hanya untuk biaya jalan bisa diturunkan menjadi 20 Trilyun, maka pemerintah bisa mengalokasikan dana untuk sektor kesehatan dan pendidikan serta sektor vital lainnya. “Bila penertiban dan penindakan sudah berjalan, mohon maaf dengan segala kerendahan hati, mau tidak mau teman-teman pengusaha saya harus tertibkan”,tegas Benny.

Sementara itu, Sukarmin, selaku perwakilan PT. Pupuk Kaltim meminta kepada transporter pupuk untuk segera mengajukan perhitungan tarif yang selama ini dianggap tidak berpihak ke pengusaha bila aturan ODOL diberlakukan. “Silahkan diajukan biar kami hitung dan minta persetujuan pimpinan agar tarif nantinya bisa saling menguntungkan termasuk menguntungkan pemerintah, karena tarif yg nantinya diberlakukan sesuai daya angkut yg ditetapkan dan pelanggaran ODOL bisa dikurangi, Prinsip kami mendukung program Zero ODOL”, ujar Sukarmin

Sementara, pertemuan ini menyepakati aturan ODOL yang akan dilaksanakan oleh BPTD Wil.XIX Sulsel-Bar di UPPKB Maccopa, 1 Agustus mendatang dan Asosiasi Angkutan Pupuk Indonesia Wilayah Sulsel-Bar siap mendukung. “langkah kedepan agar ada skala prioritas dan batas waktu penyesuian agar mereka bisa berbenah.ujar salah satu transporter yang hadir.

Assosiasi Angkutan Pupuk Indonesia melalui Ketuanya siap berpartisipasi dalam acara “Gebyar Penertiban dan Penindakan ODOL” di Anjungan Pantai Losari, 5 Agustus mendatang. “Kami mendukung Pak Benny, yang jelas kalau kita semua berbenah, apabila harga yang ditawarkan bagus pasti kami senang, karena kendaraan awet dan biaya pemeliharaan pasti jadi ringan, ujar Sirajuddin yang juga salah satu putra terbaik Bantaeng ini. (Andi Dewa)

Komentar

News Feed