oleh

BPBD Tetapkan NTB Pada Status Tanggap Bencana

Sumbawa l Pasca gempa bumi dengan kekuatan 6,4 SR yang mengguncang wilayah Lombok, Bali dan Sumbawa pada Minggu, (29/07) lalu yang membuat jumlah korban semakin bertambah setiap harinya, NTB pun ditetapkan pada status tanggap darurat bencana.

“NTB akan ditetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama lima hari ke depan,” Ungkap Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. H. Mohammad Rum, MT, Senen (30/07/18)

Selama lima hari status itu ditetapkan, pihaknya akan melakukan penanganan darurat terhadap para korban. Bersama instansi kebencanaan lainnya, instansi pemerintah dan swasta memberikan penanganan awal untuk korban dan kerusakan rumah serta fasilitas lainnya.
“Setelah fase itu, jika tidak ada kejadian susulan, maka akan dilanjutkan pada tahap rehab rekon,” Ungkapnya.

Data sementara berdasarkan laporan BPBD NTB, tercatat 15 orang meninggal dunia, 162 jiwa luka-luka dan ribuan unit rumah rusak.
Dampak terparah dari gempa terdapat di Kabupaten Lombok Timur. Di wilayah ini, terdapat 11 orang meninggal dunia.
Sebanyak 67 orang luka berat dan ratusan jiwa luka sedang dan luka ringan. Kerusakan rumah mencapai lebih dari 1.000 unit rumah baik rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Pendataan masih dilakukan.

Di Kabupaten Lombok Utara terdapat 4 orang meninggal dunia,
“Data sementara kerusakan rumah terdapat 41 unit rusak berat, 74 unit rusak sedang dan 148 unit rusak ringan. Sebanyak 6.237 KK terdampak gempa,” Papar Mohammad Rum.

Beberapa laporan kerusakan rumah juga terdapat di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa Barat, serta Kota Mataram.

Beberapa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah tenaga medis, tandu, peralatan kesehatan, kids ware dan makanan siap saji.

“BPBD dan beberapa instansi lain telah menyalurkan bantuan makanan berupa, air mineral, tenda pengungsi, makanan cepat saji, lauk pauk, serta suplemen penambah gizi lainnya.” Tuturnya.
(ii)

Komentar

News Feed