oleh

Deklarasi Tertib Angkutan Barang “Zero Overdimensi Dan Overloading”

-Metro-1.324 views

Makassar | Mungkin masih terngiang dibenak kita penindakan pengandangan dan pembongkaran muatan berlebih pada Truk angkutan barang di Jembatan Timbang atau Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Maccopa, beberapa hari lalu.

Dalam rangka mewujudkan” Transportasi Darat Hebat”, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjenhubdat) melalui Surat Edaran Dirjenhubdat, lakukan “Zero Overdimensi dan Overloading” disingkat “ODOL” , yang akan dilaksanakan serentak mulai 1 Agustus 2018 di seluruh Indonesia.

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) WIL.XIX Sulsel-Bar Ditjenhubdat, selaku perwakilan di daerah lakukan Deklarasi Tertib Angkutan Barang dengan tema “Zero Overdimensi dan Overloading” bersama Stakeholder terkait dan Pengusaha Angkutan Barang yang tergabung dalam beberapa Asosiasi, di Hotel Dalton Makassar, Selasa (31/7).

Kepala BPTD Wil.XIX Sulsel-Bar, Benny Nurdin Yusuf, dalam pembukaannya mengatakan, penanganan ODOL bukan hanya tanggung jawab Ditjenhubdat, tetapi bila ditarik benang merah menjadi tanggung jawab kita bersama. Impact dari overload “memaksa” Pemerintah mengeluarkan biaya 40-45 T pertahun untuk perbaikan jalan, bayangkan bila itu bisa ditekan, banyak yang bisa dilakukan di sektor vital lainnya. “Dengan keluarnya Surat Edaran Dirjenhubdat ini, memaksa kita wajib berbenah”. tegasnya.

Benny melanjutkan, pihaknya lakukan pembongkaran muatan berlebih sejak seminggu lalu, dan ternyata sejalan dengan keputusan Pak Dirjenhubdat. Tujuannya, agar stakeholders terkait untuk turut bersama-sama turun kelapangan demi kepentingan Rakyat Sulsel-Bar. “Teman pengusaha keliru, mengira semakin luas bak muatan, semakin banyak muatan yang bisa diangkut,betul secara logika, tetapi kenyataannya terbalik, karena berat kendaraan bertambah sehingga harus mengurangi beban angkut yang ditanggung kendaraan”. terang Benny disambut tawa peserta.

Mewakili Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BPPJN) Makassar, Rahman Jamil M. Si, mengaku sangat antusias dengan kegiatan ini, Rahman melanjutkan, penyebab jalan mengalami kerusakan dini, disebabkan kendaraan Overload sebanyak 74%. “Bukan saja kerusakan terhadap jalan tetapi juga untuk keselamatan pengguna jalan, selain itu perlu juga mengkampanyekan kendaraan multi axle atau sumbu banyak untuk mengurangi beban jalan”, ujar Rahman.

Kepala Seksi Pelanggaran Ditlantas Polda Sulsel, Kompol.Andi Hasnaeni, mengaku siap bersinergi dengan stakeholders terkait. “Tentu kami senang dengan Zero ODOL ini, mengingat Sulsel urutan 3 di Indonesia, tingkat kecelakaan lalu lintas lintas”, kata Andi Hasnaeni.

Kepala Seksi Barang Bukti Kejaksaan Negeri Makassar, Tabrani, mengatakan, overloading sangat merugikan keuangan Negara, karena Pengusaha meminimalisir biaya yg dikeluarkan untuk meraup untung yang sebesar-sebesarnya. “Apalagi dengan adanya saber Pungli, pastinya kedepan kami sangat mendukung kegiatan ini”, kata Tabrani.

Sementara itu, salah seorang pelaku usaha angkutan barang, mengatakan, sebenarnya sebagai pelaku usaha jasa, mereka tidak ingin memuat lebih karena memperpendek usia kendaraan, akan tetapi, tarif jasa angkut tidak memihak kepada mereka. Pihaknya berharap agar dijembatani untuk menetapkan tarif jasa angkut barang yang sesuai.

Menanggapi hal itu, Benny mengatakan dirinya telah berkordinasi dengan Pak Dirjenhubdat, “Kita harus memperbaiki dari hulunya, yaitu dimensi. Terkait tarif, wajib kita intervensi”, ujar Benny.

Deklarasi ini menyetujui melaksanakan Penandaan pada bak muatan kendaraan angkutan barang yang melanggar ketentuan persyaratan teknis dengan menggunakan cat semprot. (Andi Dewa)

Komentar

News Feed