oleh

Warga Gowa Menjerit, Harga Ayam Melonjak Tinggi

-Daerah-1.024 views

GOWA l Warga Gowa keluhkan harga ayam potong yang tak kunjung turun. Bahkan hingga sekarang ini harganya naik drastis. Dari sudahnya, lebaran Idul Fitri 2018, harga ayam potong hingga kini makin mahal.

Rina (45) warga Sombaopu, mengeluh karena sekarang dia harus membeli ayam 1 ekor itu Rp.50 ribu sampai dengan Rp.60 ribu.

“Biasanya harga ayam perekor Rp.40 ribu yang paling kecilnya, sekarang harganya naik Rp.50 ribu,” ujarnya Senin (6/8/2018)

Itu saya rasakan, usai Lebaran Idul Fitri 2018, padahal sebelumnya harganya normal saja. Justru sekarang harganya melambung tinggi.

Dan warga dari Pallangga, Novi (40) yang menjual sari laut, menyampaikan hal yang sama, ayam perkilonya, sekarang ini sangat mahal. Kenaikannya cukup tinggi.

“Belum pernah juga, sejarahnya ayam perekornya, naik sampai mahal begini. Tentunya kita ini pedagang mengeluh, karena bertambah lagi pengeluaran. Sementara modal kita naik, tapi kita menjual ke pelanggan, setiap porsinya, harganya tetap,” tukasnya.

Jadi bukannya untung, melainkan kita pedagang merugi.

“Yang biasanya, beli daging ayam per kilo Rp.27 ribu, sekarang naik jadi Rp.37 ribu per kilonya,” jelas Novi.

Katanya, sekarang itu kalau dia ambil ayam di langganan dibatasin. Tadinya 50 ekor ayam, sekarang hanya 30 ekor ayam saja.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Drs. Andi Sura Suaib, yang dikonfirmasi mengatakan bahwa kenaikan ayam potong sekarang ini, dipicu karena kurangnya stok di tingkat pemasok.

“3 hari yang lalu, kami sudah cek ke pasar dan penyampaian pedagang, semuanya sama. Harga ayam melonjak tinggi itu karena stock dari distributor masih kurang,” ungkapnya.

Serta yang menjadi faktor juga, harga pakan ayam juga naik. Mudah- mudahan, nantinya ada penurunan harga dari distributor,” ucapnya. (Shanty)

Komentar

News Feed