oleh

Temui Penyidik, Syafriadi Djaenaf Jawab Tuntas Tudingan Penyerobotan

MAKASSAR | Syafriadi Djaenaf kini Ketua Join Gowa, kemarin menemui penyidik Polda Sulsel di Unit IV Ditreskrimum untuk menjelaskan duduk persoalannya mengapa dirinya dijadikan tersangka kasus penyerobotan tanah saat menjadi Ketua Mapankan.

Di depan penyidik,  Dg Mangka mempertanyakan statusnya sebagai tersangka padahal awalnya sebagai saksi terlapor karena sangat tidak rasional hanya karena memasang baliho penyampaian pengawasan dan didirikan di atas tanah berstatus quo  sementara bergulir sidang perdata di pengadilan Negeri Sungguminasa Gowa.

Sebelum penyidik melakukan pemeriksaan sempat dipertanyakan terkait penyampaian release panggilan pemeriksaan yang tidak diantarkan langsung oleh penyidik melainkan dititip dan dipindah tangankan ke beberapa orang, “Kenapa tidak sekalian di umumkan di mesjid saja agar semua orang tahu bahwa saya tersangka,” kesalnya Dg Mangka.

Dg Mangka menambahkan saat pemeriksaan berlangsung secara keseluruhan pertanyaan penyidik banyak mengarahmen ranah perdata dan tidak memiliki korelasi dengan kasus pidana yang menjadikannya tersangka.

Bahkan penyidik tidak mengakui kalau awal surat penetapan dirinya sebagai tersangka dengan menerapkan pasal 406 yaitu pidana  pengrusakan.”Jadi siapa yang membuat surat penetapan tersangka saya,” lanjutnya.

Proses pemeriksaan  sedikit tegang karena penyidik memaksakan ke ranah perdata dan menjawab sendiri pertanyaannya bahkan memaksakan jawabannya itu menjadi jawaban saya, sedikit tendensius dan tidak etis mereka bekerja seperti itu,” tutupnya.

Syafriadi Djaenaf saat pemeriksaan didampingi empat dari 11 Kuasa Hukum dari Peradri atas inisiatif Pengurus Wilayah Join Sulsel, diantaranya Achmad Ilham, SH, C.PL

(Dadang)

Komentar

News Feed