oleh

Rumah Potong Hewan Terbengkalai, Begini Tanggapan LSM Kompak

-Daerah-1.166 views

Gowa— Rumah potong hewan di Kelurahan Tamarunang Kecamatan Sombaupo tepatnya perumahan Bukit Tamarunang. Bangunan milik Pemkab Gowa itu tidak pernah difungsikan sejak rampung dibangun tahun 2011, karena jauh dari pusat keramaian.

Dimana Anggaran Rumah Pemotongan Hewan sekitar Rp 900 juta menggunakan dana bantuan sosial (bansos) APBN tahun 2011 kini menjadi mubazir. Selain tidak digunakan untuk dimanfaatkan oleh kelompok masyarakat yang diperuntukan, juga peralatan yang dimilikinya sudah dalam kondisi rusak parah.

Hal ini diungkapkan LSM KOMPAK Indonesia Ahmad Rana Menjelaskan jika rumah potong hewan mulai rusak, bahkan sampah dan kotoran ternak beterbaran di seputaran pos penjagaan pintu masuk. Rumput ilalang juga memenuhi bahkan satu bak penampungan air di rumah potong hewan yang disekat seperti kolam ikan sudah retak-retak.

“Bangunan milik pemerintah yang dibangun beberapa tahun lalu  terkesan mubazir, karena tidak pernah dimanfaatkan,” ujarnya.

Lanjut ia juga mengatakan banyaknya tempat-tempat pemotongan hewan diluar Rumah Potong Hewan Yang Ilegal .

“Seharusnya Rumah Potong Hewan ternak wajib melakukan pemotongan hewan ternak dirumah potong hewan yang disetujui dan ditunjuk oleh pemerintah kabupaten, berdasarkan peraturan Bupati nomor 10 tahun 2016 tentang penertiban pemotongan hewan ternak diluar Rumah Potong Hewan dan Pemasukan Daging diwilayahnya Gowa dan Lembaran Daerah Kabupaten Gowa nomor 06 Tahun 2014 tentang penertiban pemeliharaan hewan ternak ” ucapnya

Sementara itu salah satu Anggota Pemotong Sapi wilayah Kecamatan Sombaupo Kabupaten Gowa ( Diluar Rumah Potong Hewan ) Abd. Azis Dg.Taba yang mengaku dirinya bersama sebelas orang lainnya tercatat sebagai anggota kelompok penerima manfaat namun tidak dilibatkan dalam kegiatan yang pernah berjalan.

“Beberapa bulan belakangan ini sudah tidak ada lagi kegiatan pak. Saya beserta beberapa orang disini adalah anggota kelompok tidak dilibatkan. Sekarang peralatan yang ada di dalam (bangunan) itu sudah pada rusak dan keropos,” tutur Abd. Azis Dg.Taba

Sejauh ini belum diperoleh keterangan konfirmasi dari pihak yang bertanggung jawab termasuk dari oknum yang disebut-sebut sebagai pegawai dinas perkebunan dan peternakan.

Komentar

News Feed