oleh

Inilah Perempuan Pertama Raih Bendera Pada Lomba Panjat Pinang

-Aneka-2.031 views

Bima| Banyak hal yang dilakukan oleh pemerintah guna membangun dan menanamkan jiwa nasionalisme ke dalam diri masyarakat dan generasi penerus bangsa. Salah satunnya adalah dengan melalui beberapa lomba rutin yang biasa diadakan tiap momen HUT RI.

Dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-73, Karang Taruna Muda Mandiri bersama Pemerintah desa Kombo mengadakan beberapa event lomba, seperti, lomba estafet, lomba makan kerupuk, tarik tambang dan sebagai puncaknya, lomba panjat pinang.

Menariknya, lomba panjat pinang yang pada awalnya hanya dibuat untuk laki-laki ini, akhirnya turut melibatkan perempuan sebagai peraih bendera merah putih, penentu berakhirnya lomba panjat pinang tersebut.

“Ini sebenarnya sangat dadakan, karena seharusnya laki-laki yang akan manjat dan ambil benderanya. Tapi¬†karena disuruh oleh panitia agar perempuan juga turut berpartisipasi jika ingin, saya pun termotovasi dan ingin mencobanya,” ungkap Mujnah kepada tim Matarakyatmu.com ketika ditanyai perihal keterlibatannya dalam lomba tersebut, Senen, (20/08/18).

Mujnah mengaku begitu gemetar dan sedikit takut ketika berada di atas ketinggian saat hendak mengambil dan melambaikan bendera tersebut.¬† “Saya coba pegang pohon pinangnya, ternyata tidak terlalu licin. Saya sendiri pun begitu sangat takut dan sedikit gemetar ketika berada di atas. Pas megangin benderanya saya sambil mikir, bagaimana saya bisa turun nanti?”

Perempuan dari Dusun Doro To’i, Desa Kombo, Kecamatan Wawo ini tidak pernah menyangka bahwa dia akan berhasil mengambil bendera yang dikibarkan di bagian paling atas tiang pinang tersebut. “Tidak menyangka sama sekali. Pas turun baru merasakan malu karena ternyata suami dan anak ikut nonton juga.” Kelakarnya.

Ketika ditanya apakah akan ikut berpartisipasi lagi pada lomba yang sama di tahun depannya, Mujnah menjawab tidak lagi. “Ini pun karena dadakan. Tahun depan saya tidak ikut lagi. Ucapnya.

Dilain sisi, ketua panitia penyelenggara lomba, Muhammad Harmoko, mengungkapkan bahwa ini merupakan salah satu pembuktian, bagaimana seorang perempuan tidak saja hanya gesit dan pintar dalam ranah rumah tangga saja, tetapi juga bisa turut andil dalam semua kegiatan yang ada tanpa harus melepas jilbab dan identitasnya sebagai perempuan.

“Perempuan harus cekatan dalam segala hal, karena mereka juga merupakan subjek untuk masa depan bangsa, bahwa ternyata, perempuan dari pelosok desa di Indonesia kita ini, bisa memperjuangkan merah putih atas inisiatif sendiri. Tanpa dikomando.” Ungkapnya.

Melihat hal ini, Harmoko berharap, semoga untuk kegiatan ke depannya, bisa dibuatkan satu tiang khusus untuk perempuan.
“Untuk desa kita, ke depannya perempuan harus diberi posisi. Termasuk membuat rencana utuk panjat pinang khusus perempuan.” Tutupnya.

(-Irna-)

Komentar

News Feed