oleh

Bandit Tewas Di Tangan Anti Bandit, Begini Apresiasi Warga

GOWA | Langkah tegas aparat kepolisian khususnya tim anti bandit bentukan Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga, mendapat apresiasi warga termasuk warga Takalar dan Jeneponto. Maklum pelaku Congkeng alias Tompo Ballang spesialis Curanmor lintas daerah.

Pelaku Congkeng, dikenal licin saat akan ditangkap bahkan beberapa kali berusaha digerebek Polres Takalar dan Jeneponto juga Polda Sulsel selalu saja melakukan perlawanan dan memukul mundur petugas.

Terakhir, Senin dinihari (3/9) Polres Gowa dengan tim bejuluk Anti Bandit dipimpin Ipda Emil, nyawa Congkeng harus berpisah dari raga saat digerebek di sebuah “Saukang” (kuburan tua dikeramatkan) di tengah hutan bambu di Desa Sawakong, Galesong Selatan Kab. Takalar.

Congkeng adalah bandit paling dicari tim anti bandit Polres Gowa setelah meresahkan warga di Kab.Gowa. “Kami beri apresiasi positif tinggi ke tim anti bandit dan berharap tidak berhenti menjaga ketentraman dari ulah pelaku kriminal,” ujar Daeng Lewa, warga Bontonompo.

Ilmu kekebalan dari senjata tajam maupun senjata organik tak berlaku bagi tim anti bandit. ‘Heran, pelaku Congkeng dikenal punya ilmu kebal tapi roboh di tim anti bandit,” ujar Sulaiman, salah satu warga yang mengaku kenal dengan Congkeng.

Seperti diketahui, tim Anti Bandit Polres Gowa kembali mengungkap pelaku yang juga merupakan seorang residivis kasus curat dan curanmor yakni Lel. Congkeng (28th) seorang warga Dusun Tanggaya Desa Sawakung Toa Kec. Galesong Kab. Takalar.

Adapun pengungkapan pelaku yang merupakan residivis lintas kabupaten ini dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh petugas dari masyarakat.

Hasil ungkap tersebut dipaparkan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Gowa Iptu Donna Briadi didampingi Katim Anti Bandit Ipda Emil bersama Kasubbag Humas Akp M Tambunan saat menggelar press conference di pelataran ruang jenazah RS. Bhayangkara Makassar, Senin (03/09) pukul 10.00 wita.

“Pengungkapan yang dilakukan ini merupakan hasil dari pelaksanaan Operasi Sikat Lipu yang sementara dilakukan Polres Gowa untuk melakukan penindakan terhadap kejahatan curas, curat, dan curanmor di wilayah Kabupaten Gowa,” tutur Kasubbag Humas.

Adapun saat dilakukan penangkapan dirumahnya, pelaku berusaha melawan dengan menghunuskan sebilah parang ke arah petugas, sehingga terpaksa pelaku menerima tindakan tegas terukur yang mengakibatkan meninggal dunia pada saat perjalanan menuju RS Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis.

Selain itu, sejumlah barang bukti juga berhasil diamankan petugas saat dilakukan penangkapan diantaranya 2 set kunci letter T, 1 bilah parang, 1 buah penutup wajah, serta 12 unit sepeda motor berbagai merk.

“Pelaku ini Kami jerat dengan Pasal 365 Sub 363 dengan ancaman hukuman 9 Tahun penjara,” terang Kasat Reskrim Iptu Donna. (Yudhy)

Komentar

News Feed