oleh

Begini Tanggapan Penyidik Kasus Fidusia Dituding Dapat Perintah Debt Collector

MAKASSAR – Oknum Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel, Bripka Harianto dituding “Diperintah” Debt collector dalam penyelidikan kasus pidana Fidusia dibantah oleh Kanit II Subdit II Ditreskrimsus Polda Sulsel.

Kanit II Subdit II Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Agus Salim kepada Media menjelaskan bila kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. “Kasus tindak pidana Fidusia yang dimaksud masih dalam tahap penyelidikan, ” ujar mantan Wakapolres Gowa ini.

Dikatakannya, proses penyelidikan dilakukan telah sesuai protap.” Tak benar jika anggota saya diperintahkan oleh Debt collector, ” ujar Daeng Lewa, panggilan karibnya.

Sementara penyidik pembantu, Bripka Harianto membenarkan jika dirinya menitipkan undangan ke Ilang,  oknum Debt collector Mandiri Tunas Finance. “Secara kebetulan bersangkutan akan ke Bulukumba jadi sekalian saya titip undangan ke debitur yang diadukan,” ujar putera Bulukumba ini.

Diakui Hariantoleh dalam melakukan penyelidikan atas pengaduan Andi Rustam dilakukan secara profesional dan terhindar dari dugaan tendensius atau keberpihakan. “Saya tidak seperti yang diberitakan pak, ” ujarnya.

Setelah ada pengaduan hingga memasuki hari ke 20 baru kami kirimkan undangan memberikan keterangan, tambahnya lagi. “Beberapa keterangan telah kami kumpulkan kemudian mengundang A.Fitri agar ikut menjelaskan duduk persoalan sebenarnya,” jelas pemilik tiga titel akademik ini.

Menyinggung penggunaan handphone Ilang,  Propcoll Mandiri Tunas Finance hanya kebetulan saja. Saat itu, kata Harianto dirinya bersama Ilang berada di Samata Kab.Gowa dan mengetahui Ilang dan A.Fitri sementara komunikasi. “Sekalian saja saya sampaikan ke A.Fitri untuk datang memberikan keterangan, ” imbuh Ilham.

Kompol Agus Salim berjanji jika aduan ini tidak memenuhi unsur pidana fidusia maka tak mungkin dipaksakan meningkatkan ke penyidikan.”Semua berproses jika tak cukup bukti memindahkan tangankan maka akan dihentikan,” jelas mantan Wakapolres Takalar ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, A.Futriani Rahman seorang debitur Mandiri Finance duadukan oleh Rustam, pemilik PT Dato Tujua, perusahaan Profcoll/ debt collector  di Makassar.

A.Fitrriani diadukan telah memindah tangankan satu unit kendaraan merek xenia DD 1011 AH yang jadi jaminan fidusia. A.Rustam diduga berilusi dengan aduannya ke Ditreskrimsus Polda Sulsel sebab hingga kini tak bisa membuktikan keberadaan unir itu di tangan pihak ketiga.

Menurut A.Fitriana, unit itu masih tetap dalam penguasaannya dan dipakai oleg saudaranya A.Aso yang juga atas nama di STNK.”Apa dilarang jika kendaraan itu pakai oleh saudara saya,” ujarnya.

Keberadaan unit tersebut di Timika juga diketahui oleh pihak pembiayaan sejak 2017 lalu. ” Kan, unit itu pernah ditarik di Timika oleh debt collector Mandiri Tunas. Kenapa saat itu tak dibawa ke Makassar justeru diberi kebijakan untuk menebus tunggakan pembayaran,” jelas A.Fitriani.

Saat memenuhi undangan penyidik, A.Rustam dan Illang ikut hadir di Ditreskrimsus dan memberikan tiga opsi ke A.Fitriana yaitu menghadirkan kendaraan, melunasi atau melanjutkan proses hukum.”Kenapa Rustam dan Illang ikut berada saat saya memberi keterangan bahkan diberi keleluasaan ngoceh,” tegas A.Fitriani.

Atas aduan ini, Rifai Manangkasi, kerabat A.Fitriani mempersilakan untuk dibuktikan apakah jaminan fidusia itu benar dipindah tangankan.”Jika tak bisa dibuktikan maka akan beresiko hukum baik pengadu maupun Mandiri Tunas Finance,” ujar Ketua Jurnalis Online Indonesia (JOIN ) Sulsel ini. Sudah saya siapkan 10 lawyer mengawal oengaduan ini, jelasnya. (irma)

 

Komentar

News Feed