oleh

Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar gandeng Kementerian Sosial dalam Layanan Pembinaan, Ini Tujuannya

MAKASSAR I Bersama Kementerian Sosial RI c.q Direktorat Rehabilitasi sosial anak serta bekerja sama dengan UNICEF, sedang melakukan pengembangan layanan model kesejahteraan sosial anak Integratif yang direplikasikan di 111 kabupaten/kota, di seluruh Indonesia, salah satunya di Lapas Kelas I Makassar.

Kegiatan diskusi dan wawancara tentang penerimaan anak, kerja sama LAPAS dan PKSA serta pengenalan sitem aplikasi PRIMERO, yang bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses layanan lintas sektoral akan masalah kesejahteraan sosial anak.

Pada kegiatan ini turut dihadiri oleh Kementerian Sosial, Unicef Indonesia, dan perwakilan Unicef Newyork. Yang disambut baik oleh Kepala Lapas Kelas I Makassar, Budi Sarwono.

Dalam hal ini Budi mengatakan bahwa, “penerapan Aplikasi Primero sebagai pendataan pekerja sosial ini, saya rasa sangat membantu sekali dalam hal pengelolaan informasi layanan secara integrative, sehingga pembinaan yang diberikan dapat di publish dan sistematis, karena dalam 5 bulan terakhir saya disini, pembinaan ABH sangat-sangat minim,

Hal dikarenakan pembinaan anak yang ada dilapas Makassar hanya bersanding dengan Wadah Indonesia Berbagi dan Kementerian Agama, jika perlu ada penandatanganan MOU terhadap Lapas Makassar dan Kementerian Sosial untuk pembinaan ini, sepanjang kegiatan yang diberikan itu positif, harus disambut baik”

Budi juga menegaskan bahwa, interaksi khusus atas lapas dan Kementerian Sosial sudah pernah berjalan, hal ini ditandai dengan adanya SKB 3 Menteri tahun 1987 tentang pembinaan Sosial. Sehingga Kementerian Sosial dan Kementerian Kehakiman pada waktu itu, telah melakukan penanganan khusus terhadap pembinaan Anak dibawah umur.

Sementara itu, Rina selaku PKSA dari Kementerian Sosial menjelaskan bahwa tujuan dari diskusi ini berupa pengenalan Aplikasi Primero serta menanyakan beberapa hal dari pendampingan Anak dan hak integrasi yang dilakukan di lapas. “ada beberapa pertanyaan kami berikan pada diskusi ini, dimana intinya apakah pekerja sosial pernah melakukan pendampingan disini dan dalam hak integrasi pernah ditegakkan dilapas, dan ternyata sudah pernah ada, seperti yang dilakukan oleh PK Bapas dan beberapa Volunter yang telah tergabung dilapas” ujar Rina.

Kendati demikian, Program Kesejahteraan Sosial Anak dari Kementerian Sosial siap membantu Lapas Makassar untuk mencarikan identitas anak didik Pemasyarakatan. Dengan memberikan kontribusi sebagai pekerja sosial bersama teman-teman yang telah bergabung di PKSA. Dan juga akan memperkenalkan lebih lanjut Aplikasi Primro, jadi laporan pekerja sosial dari lintas sektoral dapat diinput lebih mudah dan cepat.

Komentar

News Feed