oleh

Surat “Cinta” Mahasiswa Buat Rektor UNM

MAKASSAR | Meski berbagai cara telah ditempuh Filtra dalam menindak lanjuti kasus studinya di UNM, namun kebijakan tidak kunjung diberikan oleh pihak univrrsitas. Akhirnya mengirim surat “Cunta” ke Rektor UNM.

Diketahui Filtra terancam drop out karena tidak selesai studi akibat ‘dipersulit’ oleh ketua program studinya. Menanggapi hal tersebut, Filtra melayangkan surat terbuka untuk Rektor.

Berikut suratnya

SURAT TERBUKA UNTUK AYAHANDA REKTOR UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Untuk Ayahanda Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. H. Husain Syam, M.TP. di manapun berada, semoga Ayahanda yang terhormat terus dilimpahkan kesehatan dalam setiap aktifitas dan tanggungjawabnya sebagai pucuk tertinggi di kampus UNM kita yang tercinta.

Pertama-tama, atas pribadi saya yang paling khilaf, saya Filtra Absri mengucap terima kasih sebesar-besarnya kepada Ayahanda, jika sudi membaca isi surat terbuka yang saya buat dalam keadaan penuh harap ini, terima kasih Ayahanda Rektor.

Kedua, surat yang saya buat ini menjadi tumpuan harapan dari lubuk hati saya paling dalam kepada Ayahanda Rektor, selaku orang tua saya di dalam kampus UNM tercinta.

Mungkin perasaan Ayahanda ketika membaca surat ini dalam keadaan resah bercampur aduk dengan emosi, dikarenakan sikap saya hari-hari ini masih teguh ingin menjadi alumni di Universitas Negeri Makassar tercinta.

Demikian halnya pula dengan upaya-upaya yang telah saya tempuh selama beberapa pekan, tentu membuat perasaan Ayahanda selaku Rektor semakin sulit untuk menerima saya kembali menjadi mahasiswa hingga menyandang status alumnus di UNM.

Semoga Ayahanda mengerti bahwa segala usaha yang hendak saya lakukan selama proses penyelesaian studi hanya akan dianggap sebelah mata di kalangan masyarakat luar pun di dalam kampus, tetapi pribadi ini merasa sangat berat menerima jika usaha-usaha akademik yang saya lalui selama 7 (tujuh) tahun tidak berbanding lurus dengan hasil pindah kampus, terlebih lagi jika saya putuskan sikap untuk memindahkan orangtua di Kab. Pinrang ke Kota Makassar.

Kendati beliau dalam kondisi tidak sehat, beliau masih tetap bersemangat untuk mampu bertukar semangat dengan saya, seorang Ibu menyemangati saya untuk terus berjuang menyelesaikan studi, juga sebaliknya, saya menyemangati Ibu agar tetap tegar dan bersabar menanti saya menyelesaikan studi, sampai hari ini bertukar semangat masih menjadi rutinitas kami pada pagi hari.

Semua ini saya curahkan bukan karena saya tidak mampu atau sulit menghadapi ujian ini, melainkan agar Ayahanda Rektor juga tahu, sebab saya masih percaya bahwa tidak ada satu orang anak pun yang rela melihat sang Ibu terus menerus menangis tanpa diketahui kapan waktunya berhenti.

Ayahanda Rektor yang saya hormati. Melalui surat ini saya bermohon dengan amat sangat, sekiranya Ayahanda memberikan kebijakan kepada saya untuk merasakan bagaimana menjadi alumni dan bagian dari kampus kita yang tercinta, karena hanya Ayahanda Rektorlah yang mungkin menjadi perantara Tuhan untuk memberikan kesempatan kepada saya dalam meraih kesarjanaan di UNM.

Kelak Ayahanda membukakan pintu kebajikan dan kebijaksanaannya kepada saya, dengan sesadar-sadarnya saya akan berusaha menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya, sebab saya menyadari betul, bahwa menjadi sarjana di UNM membutuhkan proses yang begitu rumit nan mendewasakan, sehingga pekerjaan berat bagi saya kedepan untuk membawa citra almamater UNM lebih dipandang dan disegani karena profesionalitasnya.

Ayahanda Rektor yang saya hormati. Hal terakhir yang ingin saya sampaikan kepada Ayahanda dan kepada semua jajarannya, sekaligus harapan saya. Agar kiranya Ayahanda berkenan untuk mendengar permintaan saya yang ingin bertemu langsung untuk menjelaskan semua perkara yang belum sempat terdengar di telinga Ayahanda.

Sebagai penutup surat terbuka ini, semoga keputusan yang Ayahanda ambil menjadi teladan kepemimpinan bagi semua, terkhusus bagi diri saya sendiri. Terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Makassar, 18 September 2018
Salam Hormatku,

(Bang O)

Komentar

News Feed