oleh

Ungkap Aliran Uang Haram KPK Perpanjang Penahanan Idrus Marham

JAKARTA | KPK terus “Menggarap” Idrus Marham, mantan Sekjend partai Golkar dalam kasus korupsi pembangunan PLTU  Riau-1 agar aliran dana dapat terkuak siapa penerima uang haram itu.

“Penyidik hari melakukan perpanjangan penahanan terhadap tersangka IM,” kata juru bicara lembaga anti rasuah Febri di KPK Jakarta, Rabu (19/9).

Penahanan Idrus Marham bakal dilakukan selama satu bulan dan penyidik bakal terus menggali dugaan aliran dana korupsi ke sejumlah pihak.

Dalam kasus korupsi pembangunan PLTU Riau-1, Idrus bersama-sama tersangka Eni Maulani Saragih diduga menerima hadiah atau janji dari pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited, Johannes B Kotjo.

Idrus diduga mengetahui dan memiliki andil terkait penerimaan uang dari Kotjo kepada Eni, yakni sekitar November-Desember 2017 sebesar Rp 4 miliar dan Maret-Juni 2018 sekitar Rp2,25 miliar.

Kemudian Idrus pun diduga berperan mendorong agar proses penandatanganan Purchase Power Agreement (PPA) dalam proyek pembangunan PLTU Riau-1. Proyek tersebut kini dihentikan sementara usai KPK mengusut kasus suap ini. (nl)

Komentar

News Feed