oleh

HPMM Desak Pemerintah Karena Masalah Ini

Makassar | Himpunan Pelajar Mahasiswa Massenrempulu (HPMM) desak pemerintah provinsi Sulawesi Selatan segera tuntaskan konflik agraria di kabupaten Enrekang.

Konflik ini dinilai terlalu berlarut-larut tanpa ada penyelesaian, sehingga massa meminta agar PTPN XIV segera angkat kaki.

“Terlalu banyak ketimpangan dalam konteks agraria di Kabupaten Enrekang, seperti penguasaan lahan yang dimonopoli oleh PTPN XIV.” Ujar Jurais selaku jenderal lapangan.

Selain dari penguasaan lahan, massa aksi juga menolak rencana pembangunan PLTA di dusun Buttu Batu, Kecamatan Enrekang.

HPMM mendesak Pemprov Sulsel terkait sengketa agraria di Enrekang

“Proyek PLTA ini pasti akan rugikan petani karena akan ada perampasan tanah rakyat dalam proses pembangunanya.”

Sementara Ansyar (kepala bagian kriminal gubernur) mengkonfirmasi bahwa tuntutan massa akan segera dikonfirmasi.

“Aspirasi massa aksi akan dikonfirmasi secepatnya. Kami segera hubungi bidang terkait untuk menyelesaikan persoalan ini,” jelasnya.

Selain tiga tuntutan di atas,HPMM juga mengusung 6 tuntutan lainnya.
1. Tolak sawit yang merampas penghidupan rakyat,
2. Mendesak PLTMH trasparasikan dana CSR.
3. Tolak rencana tamvang marmer
4. Tolak pungli di bidang pertanian
5. Desak pemda Enrekang jaga stabilitas harga hasil pertanian.
6. Desak Dinah kehutanan Sulsel hentikan perkohonan inventarisasi dan verifikasipenguasaan kawasan hutan di desa Tallu. (Bg. O)

Komentar

News Feed