oleh

Begini Bentuk Empati Bhayangkari Cabang Luwu Utara ke Pengungsi Korban Gempa

SUKAMAJU I Gempa bumi tsunami yang menguncang kota Palu Sigi dan Donggala pada Jumat 28/9/2018. Lalu itu membuat trauma yang mendalam pada korban bencana itu

Seperti yang dialami, A, Muji warga Kelurahan Tondo kanan Kota Palu provinsi Sulawesi tengah, mereka terpaksa mengungsi akibat rumahnya porak poranda akibat amukan Tsunami

“Kami terpaksa mengungsi ke sini pak karena rumah kami habis di sapu dengan air tsunami yang menghantam tempat tinggal kami.

Kami juga tidak sempat membawa barang barang karena kami di buru air.pak kata A, muji saat di konfirmasi di tempat pengungsian yang tidak lain orang tuanya sendiri.

Lain pula yang di ceritakan pak Sabar salah seorang pengungsi dari Palu yang menempati rumah kosong adiknya.

Dia sangat takut dan untuk sementara tidak berani pulang dulu ke Palu pak di sana masih terus sering terasa gempa, ucapnya dengan nada trauma

Allhamdulillah kami masih bisa selamat kami naik mobil open kap. Di jemput keluarga meskipun berdesakan di atas mobil kami ada 15 orang pak 5 keluarga yang penting kami bisa keluar dengan selamat. Kata pak Sabar (55)

Yang sabar ya bapak ibu. Makanya kami datang kesini karna kami empati atas penderitaan saudara saudara kita di Sulawesi tengah. Mudah mudahan bisa di beri kesabaran dan dimurahkan rejekinya. Kata Ny, Hana BOY FS SAMOLA.

Kami juga mengucapkan terima kasih atas perhatian ibu ibu Bayangkari Polres Luwu utara dan Polsek Sukamaju atas perhatian dan kunjungannya di Desa kami insya Allah kami selaku pemerintah desa Sukamaju

Akan memperhatikan tamu kami pengungsi dari Sulawesi tengah kebetulan kami juga sudah mendirikan posko bantuan di desa Sukamaju. Ucap H,M Jannatu kepala desa Sukamaju dalam kunjungan Bayangkari Luwu utara.6/9/2018.

Penulis Mursalin M

Komentar

News Feed