oleh

Waduh, Siswa Tsanawiyah Bunuh Teman Sendiri

DEPOK | Berkat penemuan sebuah handphone milik AA siswa sebuah sekolah Tsanawiyah di Depok yang tewas akibat sabetan benda tajam di leher dua hari lalu,  polisi menetapkan A. Rifai, juru parkir sebuah swalyan sebagai pelaku setelah menemukan cukup bukti.
Kapolres Kota Depok Kombes Pol Didik Sugiarto mengatakan, berdasarkan bukti-bukti dan fakta-fakta yang berhasil dikumpulkan. Satreskrim Polresta Depok dan Polsek Sawangan, berhasil meringkus pelaku pembunuhan bernama A Rifai alias Pay (19), di sebuah rumah di wilayah Cipete, Jakarta Selatan, Minggu (7/10/2018) malam sekitar pukul 22:30 Wib.

Pay diduga sebagai pelaku atas kasus pembunuhan bocah Kelas 3 MTS berinisial AA yang ditemukan tewas dengan luka senjata tajam di leher di pinggir Kali Ciputat, Sabtu (6/10/2018).

“Setelah kita lakukan penggeledahan di beberapa tempat, akhirnya bisa menemukan sebuah hp milik korban yang telah dirampas oleh pelaku,” kata Didik Kepada wartawan di Polresta Depok, Selasa (9/10/2018).

Pihaknya juga melakukan pencarian barang bukti dan menemukan sebuah pisau yang dipakai tersangka untuk menganiaya korban yang mengakibatkan meninggal dunia.

Motif pelaku yakni ingin menguasai hp yang saat itu dimiliki korban. Pelaku mengamati dan ingin memiliki, dengan modus pelaku ingin diantar ke empang.

Pelaku dengan modus ingin diantar ke empang, korban tidak menaruh curiga karena mereka memang berteman. Sebelum menuju ke empang, pelaku meminta singgah kerumahnya untuk mengambil pisau dan topi.

“Kemudian mereka pergi bersama-sama ke empang dan disana pelaku menganiaya korban dengan pisau itu hingga meninggal dunia di TKP. Lalu pelaku pergi dan membawa hp korban,” ungkap Didik.

Pelaku juga diidentifikasi sebagai pengguna narkoba. Uang penjualan hp korban rencananya akan digunakan untuk membeli narkoba selain untuk kebutuhan sehari-hari.

Diketahui, pelaku dan korban pernah satu sekolah saat masih sama-sama duduk dibangku sekolah dasar (SD).

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 351 (3) Subsider pasal 338 dan 340 Jo Pasal 80 (2) UU No 35 tahun 2014 tentang pembunuhan berencana dan pembunuhan terhadap anak dengan ancaman diatas 10 tahun penjara. (c/+)

Komentar

News Feed