oleh

Salah Gunakan Visa, 21 WNA Ilegal Segera Diajukan ke Meja Hijau

NABIRE | Sebanyak 21 warga negara asing ilegal yang bekerja di perusahaan tambang ditangkap aparat berwajib akhir September 2018, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan meja hijau PN Nabire,  Papua.

Kejaksaan Negeri Nabire telah melimpahkan perkara 21 Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja secara ilegal di beberapa perusahaan tambang di Nabire ke Pengadilan Negeri Nabire.

Pelimpahan perkara tersebut dilakukan setelah penuntut umum menyatakan berkas perkara sudah memenuhi persyaratan ( P21) untuk dapat dilimpahkan ke Pengadilan.

Ke -21 WNA tersebut diberikan waktu penahanan di penuntut umum selama 20 hari sejak 27 September 2018 setelah penyidikannya diserahkan oleh Kantor Imigrasi Timika.

Selanjutnya di Pengadilan Negeri Nabire, waktu penahanannya diperpanjang paling lama 30 hari untuk proses persidangan. Jika penahanan hakim 30 dan bisa diperpanjang hingga 60 hari.

Jadwal persidangan ke -21 WNA asal China, Korea dan Jepang tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada hari Senin (15/10/2018). Para tersangka terancam pasal 122 huruf A UU no 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yakni penyalahgunaan izin tinggal dengan melakukan kegiatan bekerja dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun,” ujar Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Nabire

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Nabire, Arnolda Awom SH menjelaskan kepada ke -21 WNA tersebut akan menjalani penahanan. Namun jika di kemudian hari ada permintaan dari pihak kedutaan mereka terkait pemindahan tempat penahanan mereka, tidak menutup kemungkinan mereka bisa dipindahkan.

Seperti diketahui, ke -21 WNA tersebut menyalahgunakan visanya sebagaimana diatur dalam Pasal 122 huruf a UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Puluhan WNA Tiongkok tersebut bekerja pada dua lokasi perusahaan tambang emas rakyat. Ada yang bertugas mengoperasikan alat berat, sopir truk, operator peralatan untuk pemurnian emas. Bahkan ada satu perempuan bertugas sebagai juru masak dan dua orang bertugas sebagai penerjemah bahasa.

Dua lokasi pertambangan emas rakyat di wilayah Lagari, Nabire tersebut juga diketahui menjalin kerja sama usaha dengan 12 perusahaan tambang. Keberadaan puluhan WNA Tiongkok yang bekerja sebagai buruh di dua perusahaan tambang emas rakyat di Lagari, Nabire diduga melanggar aturan keimigrasian lantaran mereka menggunakan visa kunjungan sebagai wisatawan untuk bekerja. (a. aso)

Komentar

News Feed