oleh

IKAALL Road Show Ke Jawa Barat, Ini Tujuannya

-Daerah-1.040 views

BANDUNG | Ketum IKAALL Dr. Ir. Haris Muhammadun, ATD,MM,IPM., berkunjung ke Pengda IKAALL Jawa Barat di Bandung (11/10). Road Show dilakukan untuk menggeliatkan 8 pilar program kerja

Seluruh jajaran Pengurus Daerah IKAALL Jawa Barat antusias menyambut Ketum IKAALL yang didampingi oleh Waketum Bidang Advokasi dan Hukum, Dik Dik Sadikin dan Manager Eksekutif, Maria Retno Wahyuningsih.

Haris menjelaskan bahwa kunjungan DPP IKAALL ke Pengda IKAALL Jabar ini selain untuk silaturahmi, juga dalam rangka sinkronisasi kegiatan MUSDA IKAALL Jabar yang akan dilaksanakan pada 26 Oktober 2018.

Selain itu, DPP IKAALL juga mensosialisasikan 8 Pilar Program Kerja yang sudah dijabarkan dalam program kerja para Wakil Ketua Bidang dalam struktur organisasi DPP IKAALL.

Selanjutnya dalam kesempatan ini, Asep Kurnia,  Ketua Panitia MUSDA IKAALL Jabar melaporkan kepada rencana Musda yang akan di selenggarakan di Hotel Royale Bandung.

Musda akan dihadiri oleh 285 Alumni yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Barat. Kegiatan Musda IKAALL Jabar, akan dirangkaikan kegiatan Seminar Pengembangan Transportasi Massal Berbasis Rel di Kawasan Bandung Raya.

Narasumber tunggal Ketum DPP IKAALL, yang juga merupakan Akademisi sekaligus Praktisi Transportasi. DPP IKAALL dan Pengda IKAALL Jabar, sepakat melaksanakan sinergi program pada saat berlangsungnya Musda berupa “Deklarasi Bersama” tentang Penerapan Standar Kompetensi Awak Bus menuju Zero Accident 2023.

Dalam deklarasi tersebut IKAALL ingin memobilisasi gerakan transportasi berkeselamatan secara nasional khususnya kendaraan bus karena jika jenis kendaraan ini terlibat dalam kecelakaan lalu lintas bisa menelan korban yang cukup banyak.

Dalam kurun waktu 2012-2018, terdapat 9 kecelakaan bus maut yang merenggut korban meninggal dunia sampai dengan total lebih dari 100 orang. Terakhir kecelakaan bus di Tanjakan Emen Subang merenggut korban meninggal dunia sampai dengan 26 orang.

“Pada Februari 2018, total ada 6 kecelakaan dari 9 kecelakaan bus maut tersebut berada di wilayah Jawa Barat. Hingga deklarasi ini mengambil tempat di Jawa Barat, ” ujar Haris.

Evaluasi akan dilakukan setiap tahun sampai dengan mencapai zero pada tahun 2023, dan gerakan ini akan diselenggarakan disetiap provinsi dan Pengda IKAALL setempat yang akan menginisiasi kegiatan ini. Jadi gerakan deklarasi penerapan standar kompetensi awak bus menuju zero accident 2023 tersebut, merupakan wujud dari implementasi program kerja pilar ke-7 program kerja DPP IKAALL yaitu memperkuat peran IKAALL dalam kebijakan transportasi nasional, kata Dik Dik Sadikin menambahkan. (a. dewa)

Komentar

News Feed