oleh

Ulah Wartawan Abal-Abal Pejabat Nyaris Kena Tipu

-Daerah-1.336 views

BLITAR | Profesi wartawan kembali tercoreng akibat ulah oknum tak bertanggungjawab. Seorang Wartawan abal-abal berinisial DP (55), warga Kelapa Gading, Kelurahan Rembang Kecamaatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur dibekuk aparat Polres Batu.

Pelaku yang hendakmemeraspejabat  di Pemkot Batu itu, olehpolisi  diduga  seringmelakukanpemerasan dan  mengancampejabatPemerintahDaerah di MalangRaya.

AKP Anton Wdodo, Kasat Reskrim Polres Batu,  AKP Anton Widodo, kepada sejumlah media,  kemarin (11/10 mengatakan, penangkapan itu bermula dari laporan korban, pejabat Kasie Pelayanan Kebersihan Dinas lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu yang menerima SMS yang berisi penghinaan yang terjadi 3 September 2018.

“Tersangka awalnya mengirim SMS melalui kepada korban, dan mengaku sebagai wartawan di sebuah surat kabar di Jawa Timur. Kemudian pelaku meminta bantuan sumbangan untuk operasi bagi rekannya yang sakit, dengan cara transfer melalui Rek BCA.0901391903 a/n Ary Siswanto,” kata AKP Anton.

Lanjut Kasat Reskrim menjelaskan,  permintaan pelaku oleh korban tidak digubris sehingga membuat pelaku emosi. Selanjutnya, pelaku mengirim SMS kepada korban berisi penghinaan namun ujung-ujungnya pelaku hendak  memeras korban dengan sejumlah uang.

Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan terhadap pelaku laki-laki yang tidak memiliki pendidikan jurnalistik atau wartawan abal-abal ini, dan pada Rabu tanggal 10 Oktober 2018  sekitar pukul 04.00 Wib di rumah kontrakannya di Jl Kelapa Gading RT03/RW01, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, petugas berhasil menangkap pelaku beserta barang bukti.

Di hadapan petugas, pelaku mengaku ada beberapa pejabat dan kantor pemerintahan di Malang Raya serta universitas yang sudah ditelepon dengan mendapat ancaman dan dimintai bantuan untuk biaya operasi jtemannya yang sakit jantung.

“Pemerasan yang dilakukan pelaku besarnya bervariasi, mulai dari Rp 200 ribu, Rp 300 ribu hingga jutaan rupiah,” ujar Anton.

Pengakuan DP di hadapan petugas, tindak kriminal yang ditekuninya itu, ilmunya berasal dari temannya yang sukses melakukan pemerasan kepada beberapa pejabat. Salah satunya dengan cara menggertak, dengan harapan agar korban takut dan mengirimkan sejumlah uang. Namun, ilmu kewartawanan yang dimiliki laki-laki dua anak itu, kata Anton, sama sekali tak dimilikinya.

“Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman 4 tahun Penjara,” jelasnya. (rus)

Komentar

News Feed