oleh

Kivlan Zen Bilang, 3 Partai Kerjasama Paham Komunis Dengan China

JAKARTA | Hampir setiap bulan September,  pembahasan soal tragedi G 30 S/ PKI menjadi “Seksi” jadi bahasan rakyat Indonesia berkaitan tragedi suram masa lalu Indonesia yang tetus dikaitkan kondisi kekinian terutama perpolitikan.

Kivlan Zen,  mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) kembali “Berkicau” dengan menyebut tiga partai pengusung petahana Jokowidodo menjalin kerja sama dengan China soal paham komunisme.

Kivlan dalam iskusi “Membedah Agenda Politik Komunis dan Khilafah Di Pilpres 2019” di Jakarta,  Sabtu (13/10), menuding ada kerja sama kaderisasi paham komunisme yang dijalin PDIP, NasDem, Golkar dengan Partai Komunis China.

“PDIP tanda tangan bersama untuk pengaderan, sekarang NasDem juga ikut dengan Partai Komunis China untuk melakukan pengaderan,” kata Kivlan.

“Golkar juga ikut setelah yang [Setya Novanto] masuk penjara ini. Sama-sama tanda tangan pengaderan dari China. Masa negara Pancasila kerja sama dengan negara komunis?” lanjut Kivlan.

Selain itu, Kivlan juga menuduh Jokowi mendapat suntikan dukungan dalam  dari golongan yang ia sebut Partai Komunis Indonesia (PKI). Tanpa menunjukkan bukti konkret, ia menceritakan bahwa golongan yang ia sebut PKI telah menyambangi Jokowi saat masa kampanye lima tahun lalu.

Kala itu golongan yang ia sebut PKI disebut menyiapkan dukungan lima belas juta suara untuk Jokowi. Kivlan berujar dukungan itu diberikan dengan syarat Jokowi mewakili negara untuk meminta maaf kepada PKI.

Kivlan mengaku membaca konsep pidato RAPBN 2015, setelah dilantik 20 oktober 2014, mau dimasukkan, kita dapat konsepnya (draf pidato), permohonan maaf negara dan memberikan kompensasi [kepada PKI].

Dirinya menjelaskan, permintaan maaf ada di bagian terakhir pidato. Namun bagian tersebut tidak dibacakan Jokowi.”Untung Jokowi tidak mau, kalau mau, habis,” imbuhnya.

Bukan pertama Kivlan Zen gaduh sial PKI,  sebelumnya, pada 6 Maret 2018, dia pun pernah menyatakan bahwa PDIP  jadi partai yang menampung PKI.

Menanggapi tuduhan tersebut, juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Mohamad Guntur Romli menyampaikan pihaknya bakal menyeret penyebar hoaks soal Komunis, Jokowi dan pendukungnya ke jalur hukum.

“Tentu saja langkah hukum, siapa saja yang memfitnah, memberikan hoaks, mengaitkan Pak Jokowi dengan PKI, maka dia harus berhadapan dengan hukum,” ucap Guntur seperti termuat di laman CNNIndonesia.

Komentar

News Feed