oleh

Diendus 1 Tahun Bupati Bekasi Diringkus KPK

JAKARTA | Komisi anti rasuah butuh waktu satu tahun setelah menerima laporan masyarakat untuk mencokok Bupati Bekasi,  Neneng Hasanah bersama antek-anteknya dan Direktur Operasional Lippo Grup dalam kasus suap pembamgunan Maikarta.

Kasus ini diselidiki KPK sejak 2017 lalu hingga menangkap dan menetapkan lima tersangka dan satu buron. Bupati Bekasi,  Neneng tiba di gedung komisi antirasuah pada Senin (15/10), pukul 23.24 WIB. Dia terlihat mengenakan pakaian berwarna kuning.

Tak berselang lama, tersangka lainnya yakni Billy Sindoro juga tiba di KPK. Direktur Operasional Lippo Group itu sebelumnya dikabarkan masih dalam pengejaran. Namun ternyata tim KPK berhasil menangkapnya Senin malam ini. Billy berhasil diringkus di kediamannya.

Neneng dan Billy merupakan dua dari sembilan tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan perizinan pembangunan megaproyek Meikarta milik Lippo Group. Keduanya ditahan untuk dua peran yang berbeda.

KPK menduga Neneg menerima suap dan Billy sebagai pemberi suap. Selain mereka berdua, ada empat orang lain dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi dan tiga orang dari Lippo Group yang ditetapkan sebagai tersangka.

Meski demikian, masih ada satu tersangka yang masih dalam pengejaran tim KPK yakni Neneng Rahmi. Ia adalah Kepala Bidang Tata Ruang dan Dinas PUPR Kabupaten Bekasi.

KPK menetapkan lima orang yang diduga sebagai penerima suap. Mereka adalah Neneng, Jamaludin (Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi), Sahat MBJ Nahor (Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi), Dewi Tisnawati (Kepala DInas DPMPTSP Kabupaten Bekasi), dan Neneng Rahmi (Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi).

Sedangkan Billy Sindoro, Taryudi (Konsultan Lippo Group), Fitra Djaja Purnama (Konsultan Lippo Group), dan Henry Jasmen (Pegawai Lippo Group) diduga berperan sebagai pemberi suap.

Komentar

News Feed