oleh

Aplikasi Baruga Pelayanan Cara Mudah Salurkan Aspirasi

MAKASSAR | Program 100 hari kerja Prof Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman menghadirkan layanan masyarakat berbasis IT yang digagas dan diprakarsai Dinas IKomunikasi Informasi Statistik dan Persandian (Kominfo SP). Aplikasi ini lebih baik dibanding Quick Respin milik Pemprov Jawa Barat

Sistem Aplikasi Pengaduan “Baruga Pelayanan Masyarakat Sulawesi Selatan”. Aplikasi ini merupakan sistem website dan Android yang dapat melayani pengaduan terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian (Kominfo SP), Andi Hasdullah menjelaskan, aplikasi ini merupakan sebuah jawaban dalam rangka memberi ruang terhadap publik untuk berinteraksi dengan pemerintah provinsi. Masyarakat bisa sampaikan aspirasinya lewat facebook, instagram, dan media sosial lain berbasis Android.

Dikatakannya,  pengaduan yang masuk dari masyarakat nantinya akan segera ditindaklanjuti dengan cepat, tepat dan tuntas. Proses Alur aduan yang masuk di media sosial nantinya akan terlebih dahulu diverifikasi. “Jika identitas pelapor, konten aduan, pesan sudah jelas, kemudian diteruskan ke aplikask Baruga Sulsel yang langsung terkoneksi dengan aplilasi aduan lapor Spam yang berlaku secara nasional, ujarnya.

Dari situ, jelas Hasdullah, kemudian melakukan disposisi penyelesaian. Kalau aspirasi atau aduan berkaitan dengan kewenangan kabupaten/kota, akan disposisi ke pemda, dan seterusnya.

Khusus untuk pengaduan atau aspirasi yang ditujukan ke Pemerintah Pusat, terlebih dahulu akan didisposisi ke Kemenpan RB untuk selanjutnya diteruskan ke kementerian terkait.

“Proses ini dilakukan by sistem. Hanya berlangsung sekitar lima menit dari pelapor sampai ke lembaga atau instansi terkait,” jelas dia.

Untuk mengoperasikan aplikasi ini, Dinas Kominfo SP telah membentuk tim khusus beranggotakan enam orang untuk melayani pengaduan yang masuk.

Aplikasi sejenis ini hanya ada dua di Indonesia, salah satunya seperti yang diterapkan di Jawa Barat dengan nama Quick Respon. Namun dibanding provinsi itu, cakupan aplikasi yang dioperasikan Pemprov Sulsel lebih luas, lebih maju, dan terintegrasi.

Keunggulan lain aplikasi dengan biaya relatif murah hanya berkisar Rp 185 juta ini adalah bisa terintegrasi dengan berbagai layanan elektronik milik pemprov seperti e-planning di perencanaan, ebudgeting di keuangan, standar harga di Biro Aset, dan emonev dalam rangka monitoring dan evaluasi seluruh kegiatan. Sehingga setiap saat dapat dimonitor dan dipantau realisasi fisik maupun kegiatannya.

Gubernuf Sulsel Prof Nurdin Abdullah sangat mengapresiasi kehadiran website
Baruga Pelayanan Masyarakat Sulsel ini.
“Ini merupakan inovasi berbasis teknologi yang sangat baik. Kalau ada inovasi yang bermanfaat untuk semua orang dengan biaya murah, baru diapresiasi. Aplikasi ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ungkap Prof Nurdin.

Dirinya mengakui ini merupakan sebuah langkah maju dalam menghadirkan program 100 hari Pemprov Sulsel. Memang seharusnya seluruh OPD seperti ini. Dalam 100 hari pertama saya sebagai Gubernur Sulsel harus memikirkan apa gebrakan yang bisa dilakukan.

Komentar

News Feed