oleh

Ini Diungkapkan Novar, Delegasi Forum Internasional OIC Youth di Turki

 

KENDARI | Pertemuan yang berlangsung di Istanbul, ibukota Negara Turki diikuti lebih 30 negara di dunia.

Novar Aditya Praja (NAP) kelahiran Kendari, bersama 9 orang dari berbagai daerah di Indonesia, didaulat mengikuti Forum internasional yang akan berlangsung mulai tanggal 21 sampai 28 Oktober 2018.

Mendapat kepercayaan mengikuti pertemuan Internasional Organisai Pemuda Muslim (OIC Youth) yang berlangsung di Istanbul, merupakan kehormatan bagi Novar Aditya Praja saat menjadi delegasi Indonesia.

Menjelang keberangkatan menuju Turki di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) NAP mengungkapkan,“ Alhamdulillah saya mendapat kepercayaan dari Indonesia bersama teman-teman lainnya mengikuti pertemuan internasional pemuda muslim dari berbagai negara di Turki. Ini merupakan kehormatan dapat menjadi delegasi Indonesia, sekaligus kebanggaan sebagai orang Kendari, Sulawesi Tenggara, “ kata Novar.

Dijelaskan NAP, Forum Pemuda Konferensi Islam untuk Dialog dan Kerja Sama (ICYF-DC) merupakan sebuah lembaga internasional yang berafiliasi dengan Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Forum internasional ini akan berlangsung mulai tanggal 21 sampai 28 Oktober 2018 di Istanbul, Turki.

Forum internasional ini untuk menyatukan dan mengintegrasikan kaum muda berbagai nilai-nilai bersama, warisan sejarah dan budaya, dalam rangka memperkuat hubungan pertemanan dan persaudaraan.

“Membangun masa depan yang kuat pada nilai-nilai bersama sehingga dapat berkontribusi pada pengembangan pemimpin muda masa depan, dimana situasinya sensitif tentang isu-isu global dan sosial,” jelas Novar yang merupakan alumni SD Islam Kendari.

Tujuan pertemuan ini, menurut Novar yang juga saat ini menjabat sebagai Ketua Pemuda dan Olahraga DPP Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) , diantaranya untuk mengeksplorasi elemen-elemen penting dari keahlian jurnalis yang andal (keseimbangan, keandalan, penggunaan sumber yang tepat), belajar mengevaluasi keandalan sumber dan mendekati informasi apa pun secara kritis.

Ditambahkannya, hal tersebut kemudian untuk membangun kapasitas pemuda muslim dalam hal keterampilan kepemimpinan dan memberdayakan mereka, memfasilitasi koneksi generasi muda ke warisan, bahasa, budaya dan identitas melalui partisipasi media.

Yang selanjutnya untuk mengeksplorasi dan memahami media dan partisipasi pemuda dalam media dengan keragaman budaya sebagai konsep dan proses kelompok.

Komentar

News Feed