oleh

Amburadul, Proyek Irigasi di Macanda Dikerja Sesuai Selera Kontraktor

SUNGGUMINASA| Berbagai program pembangunan telah terencana secara terstruktur dan masif serta ditunjang anggaran keuangan negara dalam jumlah besar, digelontorkan oleh pihak pemerintah pusat dan daerah. Namun, azas manfaat beberapa proyek tak bisa dinikmati maksimal untuk meningkatkan taraf hidup seperti pembangunan irigasi di Kel.Tamarunang, Kec.Simba Opu, Kab.Gowa.

Menurut warga di sekitar proyek tersebut, Rifai Manangkasi, tujuan dasar dari sebuah pembangunan dalam konteks penggunaan keuangan negara adalah azas manfaat.

Akan tetapi pada kenyataannya, kata Rifai, masih saja banyak pelaku-pelaku proyek atau kontraktor berani nakal dalam mengerjakan proyek yang dipercayakan oleh negara kepadanya.

“Contoh kecil dari sebuah fenomena pekerjaan yang saya maksud adalah pekerjaan pengairan atau irigasi yang lokasinya kebetulan tak jauh dari kediaman saya. Pekerjaan perbaikan saluran air atau irigasi yang pelaksanaannya dipertanyakan oleh beberapa warga karena terkesan asal jadi,” ujarnya.

Menurutnya, dari awal pelaksanaan proyek yang dimaksud memang tak nampak pemasangan papan informasu atau papan proyek sebagai bagian dari transparansi publik terkait penggunaan dana proyek yang bersumber dari uang negara.

Lanjut dikatakan, masyarakat Macanda khususnya sangat berharap, aktifitas mereka dapat terbantu dengan dibangunnya irigasi untuk mengairi sawah mereka nantinya ketika musim tanam tiba, akan tetapi mereka ragu melihat kondisi pekerjaan irigasi yang menurutnya terkesan asal jadi dan tidak tranparan pelaksanaannya.

Dalam penyampainnya, Rifai mengatakan bahwa ada sebagian dari pembangunan talud irigasi tersebut  dikerja oleh pihak perumahan disitu secara swadaya bersama beberapa warga, karena mereka takut jika musim hujan tiba dan taludnya tidak diperbaiki akan berimbas genangan tinggi. Dia juga berharap ada perhatian khusus dari aparat pemerintah yang berwenang untuk meng-audit pelaksana proyek tersebut’ pungkasnya.

Alhasil dari penelusuran berhasil mendapatkan keterangan bahwa pihak yang menjadi penanggungjawab dari proyek tersebut adalah Balai Pompengan Bidang OP dipimpin, Hasbi dan ditengarai dikerja kontraktor bernama Taty mantan Kadis PSDA Gowa seperti diutarakan yang  A Yulistia ST MT Kabid Air  Dinas PU Gowa ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu di ruangannya.

Di tempat terpisah, Taty, kontraktor  dimaksud saat ditemui  berdalih jika proyek tersebut hanya anggaran kecil, silahkan koordinasi dengan pihak balai. Namun ketika bermaksud konfirmasi dan mengklarifikasi dengan pihak OP Pompengan Via telpon, Hasbi mengatakan bahwa saat ini masih sangat sibuk dengan jadwal rapat yang padat dan terus mengulur waktu memberikan klarifikasi.

(Darwis HAM)

Komentar

News Feed