oleh

Aku Masih Kuat Dalam Penderitaanku

-Pendidikan-1.157 views

Ketika engkau mendengarkanku, janganlah kau mengasihiku sebab aku masih kuat dalam penderitaanku.

Aku menyadari bahwa hidup adalah perjuangan. Kegigihan dan semangatku selalu membara dalam perjuanganku. Aku tak peduli walau tembok kematian menghadang.

Kau melihat bahwa aku begitu pilu dalam hidup kujalani, namun semua pandanganmu hanyalah fatamorgana yang membuatmu iba pada ku.

Kau tak pernah sadar akan rasa yang ku alami, sebab kau hanya melihat ku dengan mata lahiria. Kau tidak pernah melihatku dengan cinta.

Kehidupanku tak mampu kau pahami dengan gaya dan hura huramu. Kehidupanku tak mampu kau rasa dengan rasamu yang palsu. Kehidupanku tak mampu kau rubah dengan nasehat bijakmu, sebab kata katamu hanya menyisakan luka dalam sanubariku.

Luka karena nasehat para tuan yang bijak sana bijak sini. Tuan yang selalu mengeluarkan petuah, yah…. Petuah yang penuh dengan racun kehidupan. Racun yang mematikan saraf dan sendi sendi kehidupanku.

Oh Tuanku…. Langit tak pernah menghianatiku karena aku selalu menjunjungnya, bumi yang kupijak tak pernah mencelakaiku sebab nurani seorang ibu tak pernah menyiksa anaknya.

Oh Tuanku…. Tak perlu kau mengasihiku sebab aku bersama kasih sayang ibuku. Kasih tak mampu kau bayar walau dengan dunia beserta isinya.

Tuanku…. Kesombongan dan kecongkakkanmu membuat dia murka. Kata kata mu membuat dia menangis, berderai air mata membasahi luka bak tsunami yang menghancurkan semesta.

Tuanku…. Lihatlah,, Kini hancurlah sudah harapan. Jangan lagi kau remukkan puing puing kehidupan….

By. Yudhy
Catatan Kecil di bulan November
Selasa, (13/11/2018)

Komentar

News Feed