oleh

RS Bahteramas Kendari Mempersulit Liputan Pers, Ada Apa?

Kendari – Kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan
rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis

Namun lagi lagi kemerdekaan pers tidak berlaku di RS Bahteramas ProvInsi Sulawesi Tenggara hal ini, di buktikan dengan masih adanya aturan aturan yang terkesan membatasi ruang gerak bagi pewarta.

Ironisnya lagi, setiap hendak melakukan peliputan di area RS Bahtramas awak media diwajibkan terlebih dahulu mengcopy id card agar bisa diberi akses

Hal ini tentunya sangat bertentangan dengan pasal 18 undang undang pers dimana, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan
yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atauĀ denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta )

Sementara itu, Mirkas salah seorang jurnalis yang juga pernah mengalami hal serupa mengisahkan, “Saat itu, saya bersama rekan rekan seprofesi hendak meliput di RS Bahtramas, namun, lagi lagi dihadapkan dengan aturan aturan yang tidak masuk akal,” kata dia.

Terkait hal diatas, Plt ketua jurnalis online indonesia DPD JOIN kota Kendari, mengatakan, seharusnya pihak RS Bhateramas bersinerji dengan rekan rekan jurnalis dengan memberikan informasi yang di butuhkanya, bukan dengan cara membuat aturan yang terkesan menghalang halangi kerja mereka.

Olehnya itu, dirinya berharap kedepanya tidak ada lagi aturan yang membatasi para pewarta dalam mengakses informasi di rumah tersebut. Apabila pihak RS. Bahteramas masih melakukan upaya menghalang-halangi kerja jurnalistik, DPD JOIN Kendari akan melayangkan laporan ke Mapolda Sultra, dengan mengacu pada UU pers nomor 40 tahun 1999 pasal 18.

Apa yang dilakukan RS. Bahteramas jelas bagian dari upaya menghalang-halangi kerja teman -teman wartawan. Makanya, kami sangat tegas menyatakan akan melaporkan RS Bahteramas, jika mereka masih menyulitkan awak media dalam mengakses informasi,” tegasnya. (Gerson)

Komentar

News Feed