oleh

BIN Tepis Disebut Suap Ormas Kritis

JAKARTA | Badan Intelijen Negara (BIN) disebut disebut telah menyuap sejumlah organisasi kemahasiswaan agar tak mengkritisi pemerIntahan Jokowi-JK. Beberapa diantara dituding menerima Rp 200 juta setiap bulan belum termasuk Ketua Pengurus Besar hingga puluhan juta adalah hoax.

Wawan Hari Purwanto, juru bicara Kepala BIN membantah kabar miring  mengatakan pihaknya menyuap sejumlah organisasi mahasiswa agar tak mengkritisi pemerintah.

“BIN tidak melarang siapapun mengkritisi pemerintah, sebab kritik dan saran adalah sarana evaluasi untuk kemajuan bangsa,” terang Wawan dalam keterangan resmi, Minggu (18/11).

Wawan mengatakan BIN tidak mempermasalahkan kritik dan saran yang disampaikan masyarakat selama dilengkapi data dan fakta, serta solusi.

Disebutkan, semua ormas berhak untuk memberikan kritik dan saran. Selama kritik yang diberikan bisa dipertanggungjawabkan, bukan berupa hoaks dan fitnah agar tak terkena sanksi berupa UU ITE.

Sebelumnya Kabar yang beredar mengatakan Kepala BIN menyuap sejumlah ormas mahasiswa seperti PB HMI, PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, IMM, Hikmabudhi, dan KMHDI yang masing-masing mendapatkan dana Rp200 juta per bulan, dan ketua PB mendapat Rp20 juta per bulan.

Uang tersebut dikabarkan merupakan upaya agar ormas mahasiswa tidak mengkritisi dan oposan terhadap pemerintahan Jokowi.

Komentar

News Feed