oleh

Runyam! Sertifikat Gedung PWI Sulsel Digadaiakan

MAKASSAR | Ternyata hingga saat ini sertifikat sebagai alas hak gedung PWI Sulsel telah digadaikan William Thiodorus, seorang pengusaha. Kasus ini bergulir di Kejaksaan Agung RI.

Lahan sekitar 800 meter persegi yang telah dibanguni gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel di Jl AP Pettarani saat ini berbuntut hukum selain kasus penyewaan ke Alfa Mart dwngan mendudukkan mantan Ketua PWI Sulsel, Zulkiflu Gani Ottoh.

Kejaksaan Agung RI saat ini turut menyikapi persoalan tersebut setelah adanya laporan dari masyarakat, terkait tindak Pidana penggadaian sertifikat tanah milik Pemrov Sulsel.

Kejaksaan Agung telah mengambil keterangan pihak yang diduga mengetahui status lahan itu, yakni William Thiodorus dan Rudy Daniel Mawengka. William diduga menjadi otak permasalahan lahan yang kini dibanguni gedung PWI.

William disebut nekat menjaminkan lahan tersebut kepada Rudy dengan dalih tanah tersebut miliknya dengan dasar sertifikat yang kini dikuasai oleh Rudy.

Sertifikat No. 2746 itu masih dalam penguasaan Rudy dan sesuai perjanjian dengan William sudah merupakan miliknya. Perjanjianya adalah jika sampai dengan tanggal pelunasan atau pengembalian pinjaman itu tidak dilakukan William, sertifikat No 2746 tersebut beralih menjadi milik Rudi Daniel Mewengkang.

“Benar saya sudah diperiksa oleh piihak Kejaksaan Agung. Jaksa mempertanyakan soal kenapa sertifikat yang ada pada saya,” kata Rudi seperti dikutif dari laman Tribunnews.

Rudi menyebut persoalan ini muncul karena Pemerintah Provinsi Sulsel tidak becus mengelola asetnya. Dirinya menyebut ada kongkalikong antara pihak Pemprov Sulsel dengan Willian.

“sampai sekarang tidak memproses secara hukum terkait penggadaian sertifikat tersebut yang diklaim sebagai aset Pemprov, ” ujar Rudi.

Buktinya, pemprov tidak pernah mengorek ngorek Willian. Kalau tidak ada kongkalikong, tidak mungkin ada penyerahan sertifikat yang dikuasai William, tambah Rudi

William menggadaikan lahan atas dasar sertifikat kepada Rudi sejak tahun 2001 dengan uang yang diberikan sebesar Rp 500 juta. Namun hingga saat ini belum dilunasi Willian.

Sekedar diketahui kasus ini bergulir di Kejagung atas laporan LSM Sorot Indonesia Sulsel sejak 19 November 2018.

Ia meminta penegak hukum memproses William sekaitan pembangunan Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Selatan, lantaran bersangkutan tidak menyerahkan tuntas seluruh sertifikat tanah yang berlokasi di Jl. Andi Pangeran Pettarani kepada Pemprov Sulsel sejak tahun 1997, hasil tukar guling (ruislag).

Komentar

News Feed