oleh

Dijeruji, Debt Collector Rampas Jaminan Fidusia

BULUKUMBA | Syirwan, seorang debt collector warga BTN Dandi Pratama, Kec.Gantareng, Kab.Bulukumba, Sulsel, ditangjap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kabupaten Bulukumba, berhasil mengamankan seorang debt Collector alias penagih kredit, Rabu (28/11/2018). Gegara merampas jaminan fidusial.

Kepada media, Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Deki Marizaldi mengatakan, Iwan ditangkap karena merampas mobil milik Tajuddin Bin Iskandar, warga Balantieng, Desa Bulu Lohe, Kecamatan Rilau Ale. Selain merampas mobilnya, pelaku juga mengejar Iskandar dengan badik hingga terjatuh kedalam selokan.

Usai menjalankan aksinya, Syirwan kemudian melarikan kendaraan jaminan fidusia itu ke Makassar lalu ditangkap di Jl.Kemajuan Makassar.

Selanjutnya Polres Bulukumba melakukan koordinasi dengan team monitoring centre Polda Sulsel, dan dibantu oleh Unit Jatanras Polrestabes Makassar, kami berhasil mengamankan pelaku di Jalan Kemajuan, Kecamatan Makassar.

Syirwan diamankan bersama satu bilah badik yang digunakan pada saat melakukan perampasan dan penganiayaan. Kini bersama barang bukti dibawa ke Mako Polres Bulukumba guna proses hukum lebih lanjut.

Tajuddin Iskandar, korban aksi premanisme debt collector mengakui jika mobil miliknya memang dirampas. Mobil tersebut menunggak kreditnya di bank CIMB Niaga Makassar, ia menduga Syirwan adalah jasa tukang kredit yang bertugas menarik mobil tersebut.

Tajuddin juga mengaku, saat hendak merampas mobil itu, ada dua orang yang menemuinya. Satu orang yang mengajakanya ngobrol dan Syirwan yang tiba-tiba memeluknya dari belakang dan merampas kunci mobil dari saku pakaiannya.

“Saya diancam badik dan dikejar sampai jatuh dan kepala saya luka. Terkena tikaman badiknya,” jelas Tajuddin.

Beberapa pihak meminta agar bukan saja Syirwan yang dijerat hukum tapi perusahaan jasa penarikan serta perusahaan pembiayaan ikut bertanggungjawab karena mempekerjakan debt collector yang tak faham prosedure jaminan fidusia.

Komentar

News Feed