oleh

Inilah Sosok Generasi Melenial Dari Partai PAN “Irfan pasewang”

-Sosok-712 views

MAJENE | Nama Irfan Pasewang menjadi buah bibir di kabupaten Majene pasca disebut-sebut sebagai calon legislatif yang sebelumnya berbagai Partai ikut meminang beliu Pada akhirnya berlabu di Partai Amanat nasional (PAN) dengan zona Dapil II Kabupaten Majene meliputi Pamboang, Sendana, Tammerodo dan Tubo Sendana

Terbilang baru di dunia politik, Irfan Pasewang sudah teruji kemanpuan kepemimpinan di dunia organisasi. Salah satu organisasi tertua dan terbesar di Indonesia yaitu selaku mantan ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene.

Berbagai komflik internal maupun eksternal dan kepentingan politik sesama kader Hijau hitam menjadi tolak ukur dalam memimpin sebuah organisasi. Irfan juga menjabat sebagai ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cabang Majene.

Berbagai open Turnament olah raga tersebesar di Sulawesi Barat, Dua tahun terakhir berhasil di laksanakan yakni turnamenet Volly Ball dan Sepak Bola dengan Piala Irfan CUP.

Lantas seperti apakah sosok Irfan Pasewang ?

Irfan Cup, turnanen Open Club Volly Ball yang pernah diadakan olehnya.

Irfan Pasewang lahir dan menghabiskan masa remajanya di Kabupaten Majene Kecamatan Tammerodo Sendana Desa Tallambalao. Ia lahir 06 Mei 1990. Irfan merupakan anak kelima dari 8 bersaudara. Ayahnya adalah Jalaluddin , seorang Petani. Sedang sosok ibunya seorang ibu rumah tangga (IRT).

Irfan mengawali jenjang pendidikannya di Sekolah Dasar inpres 38 pangaleroang (1997-2003), kemudian lanjut ke SMP Negeri 4 Sendana (2003–2006). Setamat SMP, Irfan lalu melanjutkan ke SMA Negeri 2 Majene (2006-2008).

Sejak duduk di bangku SMA, jiwa perjuangan perantauan dan kemandirian menjadi didikan dirinya untuk menempuh pendidikan jauh dari orang tua di salah satu kota kabupaten Majene, dimana jarak di tanah kelahirannya sangat jauh sehingga banyak teman sebayanya yang tidak melanjutkan sekolah.

Setelah tamat pendidikannya di bangku sekolah menengah atas (SMA), Irfan kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia sempat mendaftar di universitas ternama sulawesi selatan di Universitas Hasanudin di fakultas hukum, namun tidak jadi kuliah karna alasan biaya karana kedua kakaknya masih melanjutkan studi di Universitas Negri Makassar dan sekolah tinggi kesahatan (STIKES).

Sementara orang tuanya menawarkan untuk tetap melanjutkan studi di Universitas Negeri Sulawesi Barat (2008 – 2013 ) yang baru berdiri di daerahnya. di kampus inilah yang menjadi dorongan untuk ikut berorganisasi intra kampus salah satu komisariat ekonomi universitas sulawesi barat dua tahun, sesudahnya kemudian menjabat ketua umum HMI Cabang Majene, konflik di internal HMI maupun kampus menjadi makanan sehari harinya dalam melati jiwa kepemimpinanya.

Pada organisasi yang di pimpinnya mengalami konflik dualisme kepemimpinan berkepanjangan di Universitas Negri Sulawesi Barat kemudian melanjutkan studinya Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ( 2014-2016 ). Di UMI dia menyelesaikan studinya tanpa kendala.

Pada tahun 2014, Irfan mendirikan berbagai lembaga yakni lembaga Media Nusantara Sulawesi Barat, Lembaga Pendidikan dan Kajiang Pembangunan Daerah (Lingkar) Sulawesi Barat dan Lembaga Pendidikan Informasi Rakyat (LANPERA) Kabupaten Pasangkayu dengan obyek dampingannya di salah suku anak dalam ( binggi) yang belum tersentuh kemajuan tehnologi.

“Ditengah pesatnya perkembangan pradaban, masih ada salah satu suku yg tidak tersentuh kemajuan dimana masarakat yg tidak menetap dan selalu berpindah pindah. Anak dan cucunya belum tersentuh pendidikan ” ujar Irfan

Tahun 2017 irfan bergabung di salah satu organisasi pengusaha yakni Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) kemudia menjabat ketua umum priode (2018 – 2021 ).

Kondisi daerahnya yang masih jauh tertinggal dengan daerah lain termasuk infrastruktur jalan dan bagunan serta kondisi prekonomian masih jauh tertinggal, atas berbagai pertimbangan sehingga ingin memperjuangkan kepentingan masyarakat, hingga akhirnya atas dorongan sahabat berbagai aktivis dan pengusaha, Irfan akhirnya memantapkan diri untuk terjun ke dunia politik.

Irfan mendaftar di Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai calon anggota legislatif dari Dapil Majene 2, meliputi Pamboang, sendana, Tammerodo Sendana dan Tubo Sendana.

“Bagi saya generasi milenials di seluruh Indonesia termasuk kabupaten majene, kita tidak bisa berpangku tangan dengan kondisi politik saat ini. Kita harus ambil bagian dalam proses politik demokratik melalui partai politik dan pemilu. Kita harus memasuki lembaga-lembaga formal demokrasi dengan cita rasa idealisme, kemanusiaan, kerakyatan dan keadilan bagi semua”. tutur irfan pasewang.

Komentar

News Feed