oleh

Danny Pomanto Dapat Perlawanan Mahasiswa Soal Penggusuran PK 5

MAKASSAR | Rencana Pemkot Makassar menggusur pedagang kaki lima (PK 5) di depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) mendapat perlawanan kalangan mahasiswa yang menolak maksud tersebut. Delapan elemen hari ini (10/12) berada di DPRD Makassar untuk melakukan protes.

Koordinator Aksi, Dwi Rezky Hardianto dlam realisnya menyebutkan untuk tidak merampas ruang hiduo rakyat. ” Tidal hanya di dalam kampus pelangaran HAM juga terjadi di luar seperti rencana penggusuran PK 5,” tulis Dwi Rezky.

Menurutnya, penggusuran merupakan bentuk dari kemiskinan struktur, bagai penyakit kronis yang menggerogoti manusia. PK 5 yang beroperasi sejak 1975 ini terdiri 17 lapak diusulkan direlokasi ke PK Centrre oleh Pemkot Makassar maupun pihak UNM sebagai solusi.

“Sistem penjualan berbeda mulai penerapan satu kasir hingga pemjualan online serta penentuan produk sangat membatasi kreasi pedagang”, masih kata Dwi.

Kebijakan dan tindakan pemerintah yang bwrujung bertambahnya jumlah kemiskinan dan pelanggaran HAM hingga Front Perjuangan Rakyat (FPR) bersama tujuh elemen lain yang berunjukrasa di DPRD Makassar, menolak penggusuran PK 5 di depan gedung menara Phinisi.

Komentar

News Feed