oleh

Pentolan LSM-KAPAK Bicara Tentang Hari Anti Korupsi, Penegakan HukumJangan Sebatas Wacana

-Daerah-205 views

GOWA | Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia tiap tahunnya jatuh pada tanggal 9 Desember. Berbagai komponen organisasi dan elemen masyarakat maupun pihak pemerintah memperingatinya. Beragam aksi yang mereka lakukan dalam mengaspirasikan kepedulian mereka terhadap bahaya laten korupsi di Indonesia termasuk membuka dialog publik.

Menurut Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat – Komite Pemantau Transparansi Pemerintahan dan Korupsi (LSM-KAPAK), Khaeril Jalil SH MH mengatakan, peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia wajib dilaksanakan, utamanya di Indonesia.

Kepada awak media ini ia katakan, bahwa di Indonesia korupsi sudah diibaratkan sebagai suatu penyakit komplik dengan stadium tingkat tinggi yang saling bertautan antara institusi satu dan lainnya bagai lingkaran setan,tuturnya.

Dalam hal ini ia menyatakan, bahwa pemberantasan korupsi di Indonesia menurut penilaian kami masih sekedar wacana. Sebab faktanya, setiap saat kita disuguhkan pemberitaan korupsi di berbagai media, silih berganti oknum pejabat kelas kakap maupun oknum penegak hukum di OTT oleh KPK, kata pengacara muda ini yang bernaung dalam payung Peradi.

Olehnya itu kembali ia menegaskan, ” Bahwa Hari Anti Korupsi harus benar-benar menjadi sebuah momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia, khususnya pihak eksekutif, legislatif dan yudikatif agar menyadari akan dampak korupsi bagi perekonomian dan pembangunan bangsa.

Menurut Khaeril, peringatan hari anti korupsi jangan hanya sebatas pada seremonial semata, namun bagaimana kita dapat menyadarinya, sebab perbuatan korupsi sangat merusak sendi-sendi perekonomian bangsa, karena bukan hanya merusak satu pihak akan tetapi dapat merugikan seluruh rakyat Indonesia.

Dia juga berharap, sekiranya institusi penegak hukum agar tetap konsisten dalam menjalankan komitmennya memberantas korupsi tanpa pandang bulu dan jangan hanya sekedar wacana semata.

Ditambahkannya, bahwa begitu mirisnya kita jikalau melihat ada beberapa oknum penegak hukum yang terjaring dan terlibat dengan perbuatan korupsi. Dia mengibaratkan, “penegakan hukum di Indonesia, bagaikan mayat yang dapat terlihat wujudnya namun sudah tak bernyawa,” tutup Khaeril. (Darwis Ham)

Komentar

News Feed