oleh

Polisi Tetapkan 7 Tersangka Pembunuh Mahasiswa UIT

GOWA | Muh Khaidir (23), mahasiswa Universitas Indonesia Timur (UIT), warga Dusun Manarai, Desa Bontoborusu Kec. Bontoharu, Kab. Selayar, tewas di tangan massa pada 10 Desember 2018 lalu di Lingkungan Jatia, Kel. mata Allo, Kec.Bajeng, Kab.Gowa, Sulsel. Polisi menetapkan tujuh tersangka.

Penetapan tersangka setelah 10 Desember 2018 telah dilakukan otopsi terhadap korban oleh tim dokter forensik RS. Bhayangkara Polda Sulsel namun hasil otopsi belum diterima oleh penyidik.

Adapun kondisi luka yang terdapat pada tubuh korban seperti luka memar pada mata sebelah kanan akibat persentuhan benda tumpul, luka robek dan lecet pada pipi kanan dan luka robek pada alis kanan serta beberapa bagian tubuh korban.

Kronologis kejadian pembunuhan ini saat korban datang ke rumah YDS, seorang penjahit lalu mengetuk pintu rumahnya dengan keras, namun pintu tidak dibuka sehingga korban berjalan ke dalam masjid dan melakukan kegiatan yang agresif terhadap barang-barang di dalam mesjid.

YDS menegur korban, namun korban tidak menanggapi sehingga warga mulai berdatangan dan terpancing marah kemudian melakukan aksi kekerasan terhadap korban hingga korban meninggal dunia.

Kemarahan warga dari sikap agresif korban di tempat ibadah yang dilampiaskan dengan aksi kekerasan. Tersangka melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap korban menggunakan balok kayu dan tangan kosong yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Pihak kepolisian yang datang lalu  melakukan olah TKP dan menemukan kerusakan pada kaca jendela, stand mic, lukisan kaligrafi dan pembatas shaff di tempat ibadah.

Polisi juga melakukan pemeriksaan 13 saksi terdiri dari 1 marbot dan warga di sekitar tempat ibadah dan menyita barang bukti yang digunakan untuk melakukan kejahatan.

Polisi juga melakukan otopsi terhadap korban dan memfasilitasi pengantaran jenazah dengan ambulance dan pengawalan Polres Gowa ke Kab. Selayar.

Langkah berikut, melakukan pra rekonstruksi dan melakukan gelar perkara
dengan  menetapkan tersangka dan melakukan penahanan

Penyidik lalu menetapkan tujuh pelaku dengan peran  masing-masing RDN (47), marbot masjid, warga Mata Allo-Bajeng, dengan berperan memprovokasi warga melalui microfon dengan mengatakan seolah-olah ada maling di TKP.

Juga ASW als Endi (26), swasta warga Mata Allo-Bajeng, berperan menendang badan korban dan aniaya berulang kali dengan kepalan tangan. Kemudian tersangka lain HST (18), pengangguran, warga Mata Allo-Bajeng, berperan menendang korban, memukul paha dan badan korban berulang kali.

Tersangka lain IDK (52), swasta, warga Mata Allo-Bajeng, berperan memukul lengan dan badan korban dengan gunakan kepalan tangan, membuka helm korban dan pukul pipi korban gunakan helm.

Sementara SDS (53), swasta, warga Mata Allo-Bajeng, berperan memukul korban berulang kali dengan gunakan kepalan tangan . Dua tersangka INA (24), Swasta, warga Mata Allo-Bajeng, berperan menendang kepala dan memukul perut korban dan  YDS (49), tukang jahit, warga Mata Allo-Bajeng, berperan memukul kepala korban gunakan kepalan tangan dan balok kayu.

Penyidik berhasil mengumpulkan barang bukti yang digunakab serta keterangan saksi mata. Tersangka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatan dengan sangkaan melanggaPasal 170 ayat (2) ke-3e KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama terhadap orang yang akibatkan meninggal dunia dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Komentar

News Feed