oleh

OTT KPK Adalah Tsunami Politik, Begini Dampaknya

BANDUNG | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah giat melakukan tugasnya, sangat berpengaruh besar terhadap iklim politik pada 2019 mendatang. Persoalan korupsi, dapat menjadi tsunami politik

Pengamat Polituk UGM, Muradi mengatakan, efek yang sangat berpengaruh adalah menjadi ancaman bagi masyarakat, yang menjadi antipati untuk terlibat dalam pesta demokrasi pada saat ini.

“Jadi katakanlah orang kemudian merasa bahwa memilih dalam pemilu ini menjadi cukup baik, jadi sia-sia. Karena pemimpin yang dia pilih baik di DPR maupun eksekutif menjadi tidak baik. Makanya tsunaminya adalah mereka tidak akan tinggi angka golputnya dari pada yang mau datang ke TPS,”beber Muradi kepada wartawan di Bandung Jumat,(21/12/2018).

Lebih lanjut dikatakanya, kondisi itu membuat masyarakat jengah. Ia mencontohkan OTT yang dilakukan KPK terhadap Bupati Cianjur beberapa waktu lalu, yang membuat kaget masyarakat.

“Bagaimana memilih, orang baik pun ternyata terlibat korupsi dan sebagainya. Ini lebih dari pesimisme yang akhirnya muncul, warga tidak datang. Itu yang saya anggap tsunami politik,”jelasnya.

Muradi juga mengungkapkan, apabila satu bulan sebelum hari pencoblosan ada OTT yang dilakukan KPK, hal itu akan mengarahkan masyarakat menjadi jengah, yang akhirnya partisipasi masyarakat dalam pemilu turun.

“Satu point penting dari warga Jabar dan Indonesia, dia pendek. Saya setuju bahwa kalau kemudian misalnya sebulan sebelum pencoblosan  terus menerus terjadi penangkapan terhadap kepala daerah, menteri, dirjen dan sebagainya sampai kemudian DPRD, DPR, maka akan mengarah pada orang jadi jengah, kemudian memilih partai koalisi yang paling sedikit ditangkap oleh KPK,”pungkasnya.

Komentar

News Feed