oleh

Tsunami Terjang Pantai Anyer 14 Tewas

JAKAARTA | Tsunami setinggi saru meter diduga akibat erupsi gunung Krakatau Sabtu malam (22/12) dinyatakan 14 nyawa melayang beberapa kendaraan dan fasilitas wisata rusak berat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBN), Sutopo Purwo Nugroho menyebut jumlah korban tewas akibat tsunami yang menerjang pesisir Pandeglang dan Lampung terus bertambah.

Dari data yang dihimpun pihaknya sampai Minggu (23/12) pukul 04.30 WIB, korban tewas sementara ini dilaporkan mencapai 20 orang, 165 orang luka-luka, 2 orang hilang, dan puluhan bangunan rusak.

“Belum semua daerah terdampak di data,” kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/12).

Jumlah korban tewas, luka-luka maupun hilang itu terdapat di 3 wilayah yaitu di Kabupaten Padenglang, Lampung Selatan, dan Serang. Di Kabupaten Pandeglang daerah yang terdampak terdapat di Kecamatan Carita, Panimbang, dan Sumur.

Di Kabupaten Pandeglang ini tercatat 14 orang meninggal dunia, 150 orang luka-luka, 43 rumah rusak berat, 9 unit hotel rusak berat, dan puluhan kendaraan rusak. Sementara Jalan Raya penghubung Serang-Pandeglang putus akibat terjangan Tsunami.

“Penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Bantuan logistik disalurkan,” ujarnya.

Tsunami terjadi pada Sabtu (22/12) sekitar pukul 21.27 WIB. Lebih jauh Sutopo menjelaskan, faktor penyebab Tsunami masih dilakukan penyelidikan oleh BMKG untuk mengetahui secara pasti.

“Kemungkinan disebabkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang akibat bulan purnama. Dua kombinasi tersebut menyebabkan tsunami yang terjadi tiba-tiba yang menerjang pantai,” kata dia.

Komentar

News Feed