oleh

Pengusiran Jurnalis Berakhir Damai, JOIN Lutim Dievaluasi

MALlLI  | Insiden larangan peliputan oleh Syawal, eksternal PT. Vale di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Luwu Timur, Rabu (27/12/18) kemarin, berujung damai. Dimana wartawan dan staf PT. Vale, Syawal melakukan pertemuan silaturahmi di salah satu Warkop yang terletak di Kota Malili, Kamis (28/12/18).

Syawal dalam pertemuan yang dikemas dalam suasana santai itu, bahwa insiden itu hanya persoalan miskomunikasi.

“Ini hanya persoalan komunikasi dinda. Saya juga nda tau kalau kita wartawan, karena saya orangnya sering bercanda sama teman-teman wartawan di Lutim dan seharusnya hal ini dikomunikasikan dari awal,” ucap Jek sapaan akrab Syawal.

Tapi Insya Allah kedepan kita akan terus bangun komunikasi biar hal ini tidak terulang lagi, tambahnya.

Sebelumnya, insiden bermula ketika wartawan hendak melakukan peliputan di Aula Disnakertrans Lutim. Saat itu digelar rapat pertemuan proses mediasi antara PT. Pancaran Darat Transport dengan Eks karyawan PT. Pattiwiri, kemudian dilanjutkan mediasi antara PT. Vale Indonesia dengan pihak RS Awal Bross yang di fasilitasi oleh Disnakertrans Lutim.

Ketika wartawan hendak meliput, tiba-tiba seorang staf PT. Vale yakni Syawal menegur agar tidak dilakukan peliputan. Beredar kabar jika pertemuan keduanya atas inisiatif oknum pengurus JOIN Luwu Timur bukan dari Syawal.

“Kalau benar maka oknum pengurus JOIN Lutim itu akan kita evaluasi sebab tindakannya tidak memggambarkan visi perjuangan organisasi. Lain hal jika inisiasi dari kedua belah pihak,” ujar Rifai Manangkasi, Ketua JOIN Sulsel.

Komentar

News Feed