oleh

Tarif PDAM Akan Naik DPRD Palopo Bilang, Tunggu!

PALOPO — Dalam program talkshow “Bincang Iccank” dengan diskusi akhir tahun bertema Pro Kontra Kenaikan Tarif Air Ledeng (PAM TM), di salah satu cafe di kota Palopo, Ketua Komisi III DPRD Palopo, Abd Rauf Rahim yang hadir sebagai salahsatu narasumber mengungkapkan soal rencananya memanggil pihak direksi Perusahaan Air Minum Tirta Mangkaluku, Sabtu (29/12) malam.

Itu, setelah pihaknya mendengar masukan-masukan, baik dari narasumber yang hadir maupun audiens yang turut meramaikan acara dialog tersebut.

Dalam diskusi berdurasi dua setengah jam itu, rerata peserta dan narasumber mempertanyakan dasar kenaikan serta sejauhmana perusahaan BUMD itu melakukan efisiensi untuk mengurangi cost dan strategi lain untuk mendongkrak pendapatannya tanpa harus membebani konsumen.

Afrianto Nurdin, pengamat ekonomi yang juga mahasiswa pascasarjana UMI dalam diskusi ini mempertanyakan masih tingginya tingkat kebocoran air PAM, besaran NRW, komposisi jumlah pegawai non teknis (adm) yang lebih banyak jika dibandingkan dengan pegawai teknik serta rasio pendapatan PAM TM dikaitkan dengan jumlah pelanggan yang terus meningkat signifikan dari tahun ke tahun.

“Jika PAM TM ingin menaikkan tarif sebesar 20% atau berapalah, dengan alasan inflasi yang tinggi dan kenaikan harga bahan baku, maka kenapa pula pada 2016 dan 2017, di saat inflasi di kisaran 3% keatas, tapi saat itu PAM TM masih bisa mencetak dividen,” cetusnya dengan nada heran.

Afri juga menilai selama ini PAM TM belum berani secara terbuka menjelaskan ke publik, soal perhitungan angka-angka terkait rencana kenaikan itu sendiri serta biaya produksi atau biaya modal per satu meter kubik air yang harus dibayar konsumen, sehingga wajar jika banyak masyarakat yang mempertanyakan dasar rencana kenaikan tarif tersebut meski acuannya jelas tertuang dalam Permendagri nomor 71 tahun 2016, imbuh dia.
Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik, Drs Syahiruddin Syah M.Si atau yang akrab disapa Pak Eko, lebih fokus mengeritik pada upaya PAM TM dalam memenuhi standar pelayanan maksimal kepada para pelanggan.

“Sebelum menaikkan tarif, seharusnya, PAM mengkaji dulu tingkat kepuasan konsumen, seberapa besar PAM mampu melayani konsumennya dengan baik, karena ini berdampak pada trust, selain itu, harus juga dilihat dari sisi manajemen, sejauh mana akuntabilitas BUMD ini mengelola anggaran yang begitu besar dan ekspektasi masyarakat atas kinerja perusahaan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif,” papar dosen Unanda ini.

Abd Rauf Rahim selaku Ketua Komisi III DPRD Palopo, dalam kesempatan yang sama berjanji akan mempertanyakan langsung kepada mitra kerjanya tersebut, untuk mendiskusikan dan merumuskan jalan keluar terbaik, yang tidak merugikan kepentingan masyarakat di satu sisi, dan di sisi lain juga tidak merugikan keberlangsungan PAM TM ke depan.

“Nanti kami akan panggil (pihak PAM TM) dan sama-sama mendiskusikan masalah ini, karena sejauh ini, Ranperda Penetapan Tarif Baru tersebut baru sebatas usulan, ada baiknya kita kaji sama-sama, saya jamin Fraksi NasDem tegas akan menolak kenaikan tarif baru tersebut setelah kita mendapat penjelasan dari pihak PAM, jika memang apa yang menjadi bahan masukan bagi kami, dalam diskusi malam ini tidak memiliki dasar yang kuat untuk penyesuaian tarif dimaksud,” tegas Rauf.

Komitmen wakil rakyat asal Dapil III yang kembali akan bertarung dalam Pileg 2019 itu mendapat aplause peserta diskusi yang terdiri dari kalangan cendekiawan, mahasiswa, LSM serta politisi, diantaranya Gibion Lomo, Edy Maiseng serta mantan Ketua KPU Haedar Djidar.

Diskusi Akhir Tahun membincang pro kontra kenaikan tarif baru PAM TM ini juga disiarkan langsung melalui jejaring Sosial Media Facebook dan mendapat tanggapan beragam dari warga kota Palopo yang kebanyakan menentang usulan kenaikan tarif tersebut dengan berbagai argumen yang bisa disimak dalam kolom komentar grup Palopo Live.

Iccank selaku moderator sekaligus tuan rumah “Bincang Iccank” berterima kasih pada semua pihak yang mensupport acara talkshow edisi perdananya tersebut dan berharap solusi terbaik dapat dihasilkan oleh semua pemangku kebijakan, utamanya Pemkot Palopo selaku pemegang saham utama perusahaan pengelola air minum ini.(*)

Komentar

News Feed