oleh

Kapolres Bulukumba Sebut Tahun 2018, 786 Kasus Berhasil Diselesaikan

-Daerah-82 views

BULUKUMBA.I Akhir tahun 2018 tepatnya 31 Desember pagi tadi, Kapolres Bulukumba AKBP.Syamsu Ridwan,SIK menggelar Conferensi Pers, didampingi Kabag Ops Kompol.Saifullah, Kasat Reskrim Iptu.Deki Marizaldi bersama para Kanit, Kasat Narkoba AKP. Aris Sumarsono dan Kasat Intel AKP.Wahyu.

Kapolres AKBP.Syamsu Ridwan membeberkan, tahun 2018 terjadi peningkatan kasus yang dilaporkan masyarakat yaitu 1.142 kasus atau meningkat 257 kasus dari tahun 2017 yang hanya 885 kasus.

” Dari 1.142 kasus yang ditangani, yang berhasil diselesaikan sebanyak 786 kasus dengan rincian peringkat pertama Polsek Ujungbulu sebanyak 223 kasus, Polsek Gantarang 85 kasus dan peringkat ketiga Polsek Bontobahari sebanyak 57 kasus,” papar Kapolres.

Dari jumlah kasus tersebut, Kapolres AKBP.Syamsu Ridwan menyebut kasus yang menonjol pada 2018 adalah penganiayaan sebanyak 261 kasus, disusul penipuan 105 kasus dan pencurian 79 kasus.

Kemudian, tahun 2018 kasus penyalahgunaan narkoba, tercatat 44 kasus, atau turun 21 kasus dari tahun 2017 sebanyak 65 kasus. ” Dari 44 kasus yang ditangani, berhasil kami selesaikan sebanyak 67 kasus. Kenapa begitu, karena ada tunggakan kasus sebelumnya yang baru bisa diselesaikan pada 2018 ini dengan barang bukti
narkoba 68 gram Shabu, obat daftar G 18 butir dengan 81 orang TSK dari 56 kali penangkapan,” jelas Syamsu Ridwan.

Kemudian soal Kecelakaan Lalulintas, Kapolres juga menjelaskan, tahun 2018 ini, terjadi peningkatan kecelakaan lalulintas yaitu 451 kasus, dari tahun sebelumnya hanya 374 kasus. ” Kasus kecelakaan lalulintas selama tahun 2018 meningkat 77 kasus, dan terjadinya kecelakaan lalulintas itu, disebabkan faktor kelalaian manusia, faktor sarana jalan dan faktor kendaraan cuac dengan lokasi yang rawan kecelakaan lalulintas pada poros Bulukumba Bantaeng, Bulukumba – Sinjai dan Bulukumba – Bontobahari,” jelasnya sambil merinci jumlah korban meninggal dunia 67 orang, luka brrat 2 orang dan luka ringan 619 orang dan berhasil diselesaikan 257 kasus, serta kerugian materi mencapai Rp. 245. Juta lebih.

Terakhir dijelaskan pula tindak pidana kekerasan terhadap anak tahun 2018 sebanyak 38 kasus, mulai tindak kekerasan pisik dan pelecehan seksual. ” Dari jumlah tersebut, berhasil diselesaikan sebanyak 23,” tandasnya sambil menyebut kendala dihadapi selama ini, minimnya alat bukti, meski begitu, pihaknya masih terus berusaha mengumpulkan bukti bukti untuk menuntaskan kasus kasus yang belum selesai.- Suaedy.-

Komentar

News Feed