oleh

Membiarkan Anak Menatap Layar Gadget Merusak Otak Mereka

Matarakyatmu | Gadget  telah beralih fungsi sebagai kebutuhan pokok saat ini. Sebagai alat yang memudahkan semua akses informasi ketergantungan terhadapnya semakin meningkat. Ironisnya bukan hanya orang dewasa, remaja bahkan anak – anak pun sudah ikut menggunakan.

Alasan yang paling banyak digunakan orang tua untuk mengijinkan anak untuk memegang gadget adalah untuk membuat mereka duduk tenang sehingga tidak mengganggu kegiatan. Alasan lainnya adalah membahagiakan anak dengan memberikanya sebagai hadiah. Hal ini memberikan kesempatan kepada para ilmuan untuk menjawab efek apa yang ditimbulkan pada anak saat menatap layar atau dikenal dengan sebutan screen time ?

Para peneliti dari National Institues of Health menawarkan sekilas jawaban berdasarkan data awal dari studi Adolescent  Brain Cognitive Development (ABCD).  Penelitian ini diikut oleh 11ribu anak  dengan usia  9 hingga 10 tahun di 21 lokasi  di seluruh Amerika Serikat. Hasilnya dipresentasikan pada Desember 2018 oleh direktur study Gaya Dowling, Phd.

Para ahli menemukan perbedaan signifikan pada otak beberapa anak yang dilaporkan menggunakan smartphone,  tablet dan permainan video lebih dari tujuh jam sehari.Hasil awal dari penelitian bernilai 300 juta dolar AS ini  menemukan bahwa anak – anak yang dilaporkan menggunakan lebih dari dua jam sehari di depan layar, mendapatkan skor lebih rendah pada tes berfikir dan bahasa.

Pemindai otak menunjukan bahwa  anak – anak yang banyak waktu di depan layar mengalami penipisan korteks prematur. Bagian terluar otak ini berfungsi memproses jenis informasi dari indra.

“Ini biasanya dianggap proses pematangan. Jadi apa yang kita harapkan akan terjadi nanti sedikit lebih awal,” kata Dowling, dilansir dari laman Health Line.

Hasil akhir dari penelitian yang akan dipublikasikan pada 2019 diharapakan akan memberi pemahaman kepada masyarakat tentang  pengunaan alat digital yang dapat mempengaruhi perkembangan otak, emosi dan mental anak  – anak.

Ahli lain dari Inggris, Dr. Aric Sigman dari British Psychological Society  menyebutkan bahwan menatap layar terlalu lama secara tidak sengaja menyebabkan kerusakan permanen pada otak mereka yang masih berkembang.

“Adalah hal yang menghambat perkembangan kemampuan yang sangat orang tua inginkan (jika membiarkan anak menatap layar terlalu lama). Kemapuan untuk fokus, berkonsentrasi, memberikan perhatian, peka terhadap sikap dan komunikasi orang lain, kemampuan berbahasa. Semua itu dirusak,” ujar Dr Aric lebih lanjut.

Berdasarkan data tersebut, sangatlah wajar jika orang tua mulai bijak dalam memanjakan anak – anak. Memberikan batasan menggunaan gadget  mampu meminimalisir kerusakan otak pada anak. (Irma)

Komentar

News Feed