oleh

Kadis Pertanian Jeneponto Di Palak Oknum Wartawan, Begini Reaksi JOIN

JENEPONTO |- Tindakan memalukan kembali terjadi di Kabupaten Jeneponto. Kali ini terjadi dugaan percobaan pemerasan yang dialami Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Jeneponto, Ahmad. Dia dimintai mobil Avanza atau uang Rp50 juta.

Percobaan pemerasan itu datang dari oknum wartawan dan LSM di Jeneponto. Jika tidak diberikan, oknum tersebut mengancam melaporkan kasus dugaan penyalahgunaan bibit jagung di Dinas Pertanian Jeneponto.

” Oknum tersebut mengancam akan melaporkan ke penegak hukum adanya dugaan penjualan bibit jagung. Saya bantah itu hari, bibit apa yang kami jual?,” katanya, Jum’at (4/1/2019).

Ahmad mengaku menerima informasi percobaan pemerasan itu dari Kabid Tanaman Pangan, Bambang. Oknum LSM tersebut diduga meminta diberikan satu unit mobil Avanza. Jika tidak bisa, boleh diganti dengan uang Rp. 50 juta. Namun, Ahmad merahasiakan identitas oknum yang mencoba melakukan pemerasan tersebut.

“Biarkan saja begitu. Biar Tuhan yang balas. Jika masih seperti itu, akan saya laporkan ke polisi. Ada rekamannya sama saya. Itu saat ingin dipenuhi permintaannya,” jelas Ahmad.

Menanggapi kejadian ini, Sekretaris Jurnalis Online Indonesia (Join) Jeneponto, Zul Lallo mengecam tindakan memalukan yang diduga dilakukan oleh oknum wartawan dan oknum LSM.

” Saya mengecam tindakan oknum LSM dan oknum wartawan yang diduga mencoba melakukan pemerasan kepada Kadis Pertanian Jeneponto,” tegasnya.

Dia mengatakan, tindakan ini sudah mencoreng citra Jurnalis di Kabupaten berjuluk Butta Turatea tersebut. Dia juga meminta Kadis Pertanian Jeneponto untuk melaporkan tindakan memalukan ini ke penegak hukum.

” Jika ini benar adanya, mereka melakukan pelanggaran kode etik Jurnalistik. Maka hal tersebut sudah termasuk tindakan pelanggaran hukum. Sabaiknya kadis pertanian melaporkan hal tersebut kepada penegak hukum. Tindakan ini juga mencoreng citra Jurnalistik di Jeneponto,” terangnya. (*)

Komentar

News Feed