oleh

Rakyat Tak Boleh Susah Rusda Mahmud Maju Caleg DPR RI

KENDARI – Masa sosialisasi yang diberikan pihak peyelenggara kepada para Calon anggota legislatif (Caleg) DPRD kabupaten/kota, Provinsi DPR RI dan DPD tersisa tiga bulan lagi. Tenggat waktu tersebut tentu dimanfaatkan para peserta kontestasi politik tersebut, untuk memaksimalkan jualan politiknya ke masyarakat, agar dapat meyakinkan publik untuk memilih mereka.

Salah satu figur yang juga ikut bertarung dalam bursa Pilcaleg yakni mantan Bupati Kolaka Utara (Kolut) dua periode, Rusda Mahmud yang maju sebagai Caleg DPR RI Dapil Sultra, nomor urut 2 dari Partai Demokrat.

Saat ini, Ketua Dewan Pengawas Partai Demokrat tersebut kian gencar melakukan konsolidasi dengan sesama kader dan Caleg Partai Demokrat, terutama Caleg DPRD kabupaten/kota dan provinsi. Selain itu, Rusda Mahmud juga intens silaturahmi bersama keluarga.

“Kami mulai bergerak sejak tanggal 2 Januari 2019 lalu. Ini sesuai dengan nomor urut saya, yakni nomor 2,” ujar Rusda Mahmud, Minggu 6 Januari 2019.

Lebih lanjut, kader terbaik Partai Demokrat ini juga mengajak semua masyarakat yang mempunyai hak pilih, untuk menggunakan hak pilihnya dengan melihat secara menyeluruh rekam jejak calon wakilnya di DPR RI, DPR provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

“Sehingga, kedepannya rakyat tidak boleh susah. Ini juga sesuai dengan tagline dari Partai Demokrat yaitu ‘Rakyat tidak boleh susah,” jelas Rusda Mahmud, sembari mengakhiri wawancara bersama awak media.

Untuk diketahui, Rusda Mahmud merupakan sosok yang berperan penting dalam pengembangan Kabupaten Kolaka Utara, yang telah menjadikan daerah tersebut sebagai kabupaten yang dikenal makmur dan memiliki daya saing dengan daerah-daerah lain di Provinsi Sultra, khsususnya daerah yang bersaman mekar menjadi daerah otonom baru.

Sejak tahun 2007 Rusda Mahmud terpilih menjadi orang nomor Satu di Kolaka Utara, di awal pemekaran Kolaka Utara memiliki 6 kecamatan, yakni Lasusua, Pakue, Batu Putih, Ranteangin, Ngapa dan Kodeoha awalnya Enam kecamatan diwilayah paling Utara Sultra tidak pernah dipersiapkan untuk menjadi sebuah kabupaten.

Sejak periode pertama memimpin Kolaka Utara, kondisi keterbatasan Infrastruktur yang lebih awal ditangani menjadi priorotas, guna mewujudkan wajah Ibukota. Sehingga pembangunan dapat dikatakan dipusatkan di ibukota kecamatan Lasusua.

Arah kebijakan pembangunan terutama ditujukan pada pemenuhan sarana dan prasarana perkantoran, jalan dan jembatan demi menjalin aksesibilitas antar wilayah.

Barulah pada periode kedua Rusda Mahmud sedikit demi sedikit program diarahkan untuk pembangunan di kecamatan-kecamatan.

Komentar

News Feed